JAKARTA - Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mandiri 2026 kini menjadi pilihan utama bagi UMKM yang ingin menambah modal usaha. Program ini hadir untuk membantu pelaku usaha menghadapi ketidakpastian ekonomi sekaligus mendukung pengembangan bisnis skala mikro hingga kecil.
Dengan KUR Mandiri, nasabah dapat memperoleh pinjaman dengan plafon yang sesuai kebutuhan usaha. Tenor fleksibel hingga lima tahun memungkinkan pengelolaan arus kas usaha lebih terkontrol dan berkelanjutan.
Jenis Pinjaman KUR Mandiri 2026
Terdapat beberapa jenis pinjaman KUR Mandiri yang bisa dipilih sesuai kapasitas usaha. KUR Super Mikro memberikan pinjaman hingga Rp 10 juta dengan bunga tetap 3 persen per tahun, cocok untuk usaha baru atau modal tambahan kecil.
KUR Mikro menyediakan plafon Rp 10 juta hingga Rp 100 juta dengan bunga efektif 6 persen untuk pinjaman pertama. Pinjaman kedua hingga keempat memiliki bunga berjenjang antara 7–9 persen per tahun sesuai aturan pemerintah.
KUR Kecil menargetkan plafon Rp 100 juta hingga Rp 500 juta. Jenis ini mendukung pengembangan usaha yang sudah berjalan dan membutuhkan tambahan modal signifikan.
Selain itu, KUR khusus dan KUR Pekerja Migran Indonesia (PMI) menawarkan plafon maksimal Rp 100 juta. Pinjaman ini diperuntukkan bagi WNI yang bekerja di luar negeri dan ingin mengembangkan usaha atau modal kerja.
Suku Bunga dan Ketentuan Pinjaman Berjenjang
Suku bunga KUR Mandiri berbeda berdasarkan jumlah pinjaman dan urutan pengajuan. Pinjaman pertama untuk KUR Mikro atau Kecil dibebankan bunga 6 persen per tahun, sedangkan pinjaman kedua naik menjadi 7 persen per tahun.
Setiap pinjaman berikutnya mengalami kenaikan 1 persen hingga pinjaman keempat mencapai 9 persen per tahun. KUR Super Mikro tetap stabil pada 3 persen per tahun, tanpa perubahan bunga meski melakukan pengajuan berulang.
Ketentuan ini berlaku untuk semua jenis usaha, sehingga pelaku UMKM dapat merencanakan strategi pengajuan secara berkelanjutan. Perhitungan bunga yang transparan memudahkan debitur mengatur angsuran bulanan.
Dokumen Persyaratan Pengajuan KUR Mandiri
Setiap calon debitur wajib melampirkan Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kelurahan/desa. Dokumen ini menjadi bukti legalitas usaha yang dijalankan nasabah.
Selain itu, KTP dan Kartu Keluarga (KK) menjadi syarat identitas. NPWP diperlukan jika pengajuan limit pinjaman di atas Rp 50 juta, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan berlaku bagi KUR Kecil dan KUR Khusus dengan plafon di atas Rp 100 juta.
Bagi Pekerja Migran Indonesia, dokumen tambahan berupa surat perjanjian kerja dan akta nikah atau cerai menjadi persyaratan wajib. Hal ini memastikan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan serta legalitas pinjaman.
Dengan kelengkapan dokumen, proses pengajuan KUR Mandiri menjadi lebih cepat dan lancar. Nasabah yang memenuhi syarat lebih mudah mendapatkan persetujuan pinjaman sesuai plafon yang diajukan.
Simulasi Angsuran Pinjaman KUR Mandiri 2026
Plafon pinjaman Rp 10 juta dengan tenor 12 bulan memiliki cicilan Rp 865.267 per bulan. Jika tenor diperpanjang hingga 36 bulan, angsuran menjadi Rp 308.771 per bulan, lebih ringan dan fleksibel.
Untuk pinjaman Rp 25 juta, cicilan 12 bulan mencapai Rp 2.163.168 per bulan. Pilihan tenor 24 bulan menurunkan cicilan menjadi Rp 1.119.315, sedangkan 36 bulan menjadi Rp 771.928 per bulan.
Plafon Rp 50 juta memungkinkan angsuran bulanan Rp 4.326.337 untuk tenor 12 bulan. Cicilan berkurang menjadi Rp 990.060 jika tenor diperpanjang hingga 60 bulan, menyesuaikan kemampuan pelaku usaha.
Sementara pinjaman Rp 100 juta memiliki angsuran Rp 8.652.675 per bulan untuk tenor 12 bulan. Tenor 60 bulan membuat angsuran turun menjadi Rp 1.980.120 per bulan, memberi kelonggaran finansial bagi debitur.
Manfaat KUR Mandiri bagi UMKM dan Pekerja Migran Indonesia
KUR Mandiri membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi dan ekspansi usaha. Angsuran ringan dan bunga kompetitif membuat pelaku UMKM bisa mengelola modal tanpa tekanan finansial berlebihan.
Bagi Pekerja Migran Indonesia, KUR Mandiri menjadi alternatif modal usaha di tanah air. Dana ini dapat digunakan untuk membuka usaha baru atau mengembangkan usaha yang sudah ada setelah kembali dari luar negeri.
Selain itu, program ini mendorong literasi keuangan nasabah. Debitur belajar menghitung bunga, mengatur tenor, dan menyesuaikan angsuran dengan arus kas usaha secara lebih efektif.
KUR Mandiri juga memperkuat inklusi keuangan di Indonesia. UMKM dari berbagai daerah dapat mengakses pinjaman resmi tanpa harus tergantung pada rentenir atau sumber dana tidak legal lainnya.
Dengan memahami jenis pinjaman, suku bunga, dokumen persyaratan, dan simulasi angsuran, pelaku usaha bisa merencanakan strategi pengembangan modal dengan lebih matang. Program ini menjadi solusi tepat bagi UMKM yang ingin tumbuh berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Kesimpulannya, KUR Mandiri 2026 menawarkan berbagai manfaat bagi pelaku usaha kecil, mikro, dan pekerja migran. Pemahaman yang tepat tentang jenis pinjaman dan tenor akan membantu nasabah memaksimalkan penggunaan modal untuk meningkatkan profitabilitas usaha.
Program KUR Mandiri tidak hanya menyediakan dana, tetapi juga menjadi sarana edukasi keuangan bagi pelaku UMKM. Fleksibilitas tenor dan bunga bersaing membuat KUR Mandiri 2026 menjadi solusi ideal bagi pengembangan usaha di Indonesia.