JAKARTA - Kebijakan registrasi nomor seluler di Indonesia memasuki fase revolusi digital dengan penerapan teknologi biometrik. Langkah ini hadir di tengah percepatan digitalisasi dan meningkatnya kebutuhan keamanan ekosistem telekomunikasi nasional.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan Telkomsel meluncurkan sistem registrasi pelanggan seluler menggunakan pengenalan wajah. Program ini dikenal dengan nama “Semantik”, akronim dari Senyum, Nyaman dengan Biometrik.
Peluncuran sistem ini menandai babak baru dalam implementasi regulasi registrasi kartu SIM. Tujuannya adalah memastikan data pelanggan valid dan meminimalkan penyalahgunaan layanan telekomunikasi.
Sistem ini diharapkan menekan potensi aktivitas ilegal, seperti penipuan, spam, dan kejahatan siber. Dengan penguatan identitas digital, pemerintah menargetkan perlindungan konsumen lebih maksimal.
Langkah Pemerintah dalam Memperkuat Keamanan Digital
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyambut positif inovasi ini. Ia menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Presiden untuk menjaga keamanan ranah digital sejak dini.
"Hari ini, insyaallah kita memulai era baru registrasi pelanggan seluler menggunakan data kependudukan biometrik berupa pengenalan wajah. 'Semantik' mencerminkan komitmen kita untuk menghadirkan layanan yang ramah, aman, dan bertanggung jawab," ujar Meutya.
Program ini sekaligus memperkuat fondasi kepercayaan dalam ekosistem digital nasional. Masyarakat dapat merasa aman menggunakan layanan telekomunikasi tanpa khawatir identitas disalahgunakan.
"Bapak Presiden telah menugaskan kepada kami untuk menjaga ranah digital ini sejak awal. Salah satunya adalah dengan program pengamanan pelanggan agar terhindar dari kejahatan digital melalui tata kelola kartu SIM," jelas Meutya.
Penerapan sistem ini juga menandai konsistensi pemerintah dalam melindungi data pelanggan. Kementerian Komunikasi dan Digital berfokus pada pengelolaan identitas digital yang aman dan transparan.
Telkomsel Siap Menjadi Pelopor Implementasi Biometrik
Telkomsel menyatakan dukungan penuh terhadap regulasi baru ini. Direktur Network Telkomsel, Stanislaus Susatyo, menegaskan bahwa seluruh infrastruktur dan sistem teknologi informasi telah siap.
"Kami sangat mendukung peraturan ini. Pertama, ini membuat data pelanggan kita semakin valid. Kedua, saat ini kita merasakan banyak sekali gangguan telepon yang saat dicek ternyata identitasnya tidak jelas," ujar Stanislaus.
Operator ini menilai verifikasi biometrik penting untuk memastikan keaslian identitas pelanggan. Hal ini juga memberi kepastian hukum dan keamanan bagi kedua belah pihak.
"Dengan adanya ini, kita semakin yakin mengetahui siapa pelanggan kita. Nantinya, apabila terjadi sesuatu, kita pasti mengetahui bahwa pelanggan itu riil, bukan pelanggan palsu. Sebagai operator, data pelanggan kami juga akan semakin jelas dan akurat," tegas Stanislaus.
Telkomsel juga berencana meningkatkan sosialisasi ke seluruh gerai agar pelanggan dapat melakukan registrasi wajah dengan mudah. Pengguna e-SIM dapat melakukan registrasi secara mandiri melalui laman web resmi.
Sistem ini memungkinkan registrasi cepat dan aman, bahkan bagi mereka yang baru pertama kali membeli kartu perdana. Dukungan ini dipandang strategis untuk memperkuat ekosistem digital yang transparan dan dapat dipercaya.
Manfaat Biometrik untuk Keamanan dan Kenyamanan Pelanggan
Selain memastikan validitas data, registrasi berbasis biometrik diharapkan mengurangi gangguan komunikasi anonim. Sistem ini secara langsung mengurangi risiko penipuan dan spam yang selama ini mengganggu pengguna.
Verifikasi identitas secara real-time membuat penyalahgunaan nomor menjadi lebih sulit. Operator dan pelanggan sama-sama mendapatkan jaminan keamanan layanan.
Penerapan teknologi ini juga menghadirkan kenyamanan bagi pengguna dalam melakukan registrasi. Proses yang ramah dan cepat mendukung pengalaman pelanggan yang lebih positif.
Sistem biometrik juga sejalan dengan tren digitalisasi yang menuntut keamanan lebih tinggi. Dengan demikian, masyarakat dapat menggunakan layanan telekomunikasi tanpa rasa khawatir.
Pemerintah menekankan bahwa inovasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekosistem digital. Komdigi berharap langkah ini menjadi standar baru dalam pengelolaan identitas pelanggan.
Telkomsel sebagai operator terbesar di Indonesia berperan sebagai penggerak implementasi regulasi ini. Dukungan penuh operator memastikan transisi ke sistem biometrik berlangsung mulus dan efektif.
Kolaborasi antara pemerintah dan operator ini menandai era baru dalam registrasi pelanggan seluler. Strategi ini diharapkan menciptakan sistem komunikasi yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan.
Dengan penerapan biometrik wajah, seluruh pihak yang terlibat mendapat kepastian hukum. Masyarakat, operator, dan regulator berada pada posisi aman dan terlindungi dari potensi penyalahgunaan.
Program "Semantik" juga berpotensi menjadi model bagi layanan digital lain di Indonesia. Keberhasilan registrasi biometrik di sektor telekomunikasi bisa diadaptasi untuk transaksi digital dan layanan publik lainnya.
Ke depan, pemerintah menargetkan seluruh pelanggan seluler dapat terdaftar secara biometrik. Target ini menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem digital nasional yang aman dan terpercaya.