KAI Siapkan Mudik Lebaran Aman dan Nyaman 2026

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:54:54 WIB
KAI Siapkan Mudik Lebaran Aman dan Nyaman 2026

JAKARTA - Suasana mudik Lebaran selalu identik dengan pergerakan manusia dalam jumlah besar dari berbagai kota. 

Moda transportasi kereta api kembali menjadi pilihan utama masyarakat karena dinilai aman dan nyaman. Menghadapi Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia bersiap mengelola lonjakan penumpang yang diprediksi meningkat signifikan.

Persiapan dilakukan jauh hari agar perjalanan mudik dapat berjalan tertib dan terkendali. Berbagai langkah strategis telah disusun untuk mengantisipasi kepadatan penumpang. Fokus utama diarahkan pada keselamatan, kelancaran operasional, serta kenyamanan pengguna jasa.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa kesiapan perusahaan disesuaikan dengan tren peningkatan penumpang. Ia menilai pengalaman tahun sebelumnya menjadi dasar perencanaan tahun ini. Dengan demikian, layanan mudik diharapkan berjalan lebih optimal.

Antisipasi Lonjakan Penumpang Lebaran

KAI memprediksi jumlah penumpang kereta api pada Lebaran 2026 akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Bobby Rasyidin mengatakan, “Kalau kita lihat di tahun kemarin angkutan Lebaran itu sekitar 4,5 juta, maka kita harus menyiapkan itu untuk 4,9 juta sampai dengan 5,2 juta.” Proyeksi tersebut menjadi acuan utama dalam penyusunan strategi operasional.

Lonjakan penumpang diperkirakan terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Kondisi ini menuntut kesiapan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia. KAI berupaya memastikan seluruh komponen siap menghadapi situasi tersebut.

Perencanaan dilakukan dengan mempertimbangkan pola perjalanan masyarakat. Evaluasi dari periode sebelumnya turut dijadikan referensi. Dengan pendekatan ini, KAI berharap dapat meminimalkan potensi gangguan selama masa mudik.

Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik

Puncak arus mudik kereta api diperkirakan terjadi pada 22 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 28 Maret 2026. Tanggal tersebut menjadi fokus utama penguatan layanan.

Untuk mengantisipasi kepadatan pada periode puncak, KAI menambah 62 perjalanan kereta api setiap hari. Penambahan ini berlaku selama masa angkutan mudik Lebaran 2026. Langkah tersebut diambil guna memenuhi tingginya permintaan perjalanan.

Penyesuaian jadwal dan frekuensi perjalanan dilakukan secara terukur. KAI memastikan setiap perjalanan tetap memenuhi standar keselamatan. Dengan demikian, peningkatan volume penumpang tetap dapat dilayani secara optimal.

Kesiapan Sarana dan Sistem Pemesanan

Selain penambahan perjalanan, KAI juga menyiapkan lebih dari 2.700 sarana perkeretaapian. Sarana tersebut mencakup rangkaian kereta dan lokomotif yang siap dioperasikan. Seluruhnya disiapkan untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran.

Dalam aspek pemesanan, KAI memberlakukan kebijakan pembelian tiket sejak H-45. Kebijakan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal. Tiket keberangkatan 22 Maret 2026 dapat dipesan mulai 5 Februari 2026.

Masyarakat diimbau membeli tiket melalui kanal resmi yang tersedia. Langkah ini bertujuan menjaga keamanan transaksi dan kepastian layanan. Dengan sistem pemesanan yang tertib, potensi permasalahan dapat ditekan.

Penyediaan Tempat Duduk dan Diskon Tarif

Pada angkutan Lebaran 2026, KAI menyiapkan 1,2 juta tempat duduk. Bobby Rasyidin menyatakan, “Kita di angkutan Lebaran ini mengalokasikan 1,2 juta tempat duduk yang nantinya itu mengikuti pola sebelumnya.” Penyediaan ini disesuaikan dengan pola permintaan penumpang.

Selain kapasitas tempat duduk, KAI juga menyiapkan program potongan harga tiket. Kebijakan diskon mengacu pada pola yang diterapkan sebelumnya. Program ini diharapkan dapat memberikan keringanan bagi masyarakat.

Bobby menambahkan, “Kalau kita lihat kemarin di Nataru itu ada diskon untuk kereta jarak jauh ekonomi itu 30 persen.” Kebijakan serupa dipersiapkan untuk mendukung kelancaran mudik. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pelayanan.

Program Tambahan dan Imbauan Masyarakat

Selain diskon tarif, KAI juga mempersiapkan program angkutan motor gratis. Program ini ditujukan untuk memberikan alternatif aman bagi pemudik yang membawa kendaraan roda dua. Persiapan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Koordinasi tersebut mencakup penyediaan sarana, prasarana, dan teknis pelaksanaan. KAI memastikan seluruh aspek dirancang dengan memperhatikan keselamatan. Program ini diharapkan mampu mengurangi risiko perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor.

KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik. Pembelian tiket lebih awal dan pemilihan jadwal yang tepat sangat dianjurkan. Dengan perencanaan matang, perjalanan mudik Lebaran 2026 diharapkan berjalan lancar dan nyaman.

Terkini