Pembenahan KRL Green Line Dorong Layanan Lebih Optimal

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:54:41 WIB
Pembenahan KRL Green Line Dorong Layanan Lebih Optimal

JAKARTA - Keluhan masyarakat mengenai jarak waktu tunggu KRL Commuter Line Green Line mendapat perhatian serius dari pemerintah. 

Jalur yang menghubungkan Tanah Abang dan Rangkas Bitung ini dinilai masih memiliki headway yang terlalu panjang. Kondisi tersebut mendorong perlunya langkah perbaikan menyeluruh demi meningkatkan kenyamanan penumpang.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk membenahi infrastruktur pendukung layanan KRL. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas jaringan listrik dan sistem persinyalan. Langkah ini diharapkan mampu memperbaiki frekuensi perjalanan kereta secara signifikan.

Dengan perbaikan yang terencana, layanan KRL Green Line ditargetkan menjadi lebih andal. Masyarakat diharapkan dapat menikmati perjalanan yang lebih cepat dan teratur. Optimalisasi layanan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan transportasi publik perkotaan.

Prioritas Perbaikan Jaringan Listrik dan Persinyalan

Menteri Perhubungan menegaskan bahwa pembenahan jaringan listrik rel menjadi prioritas utama. Infrastruktur kelistrikan dinilai memegang peranan penting dalam mengatur jarak antar perjalanan kereta. Tanpa dukungan listrik yang stabil, peningkatan frekuensi perjalanan sulit diwujudkan.

“Ya, itu nanti kita akan perbaiki untuk aliran listriknya, jaringan listriknya, persinyalannya. Itu akan kita perbaiki dan kita harapkan dapat melaksanakan dalam satu-dua tahun ini, sehingga kita bisa memperpendek lagi headway-nya,” ujar Dudy. Pernyataan ini menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam menjawab keluhan publik.

Perbaikan persinyalan juga menjadi bagian penting dari pembenahan sistem. Sistem yang andal akan meningkatkan keselamatan sekaligus efisiensi operasional. Kombinasi kedua aspek tersebut diharapkan membawa perubahan nyata bagi pengguna KRL.

Dampak Pembenahan terhadap Pengurangan Headway

Pembenahan jaringan listrik diproyeksikan memberikan dampak langsung terhadap pengurangan headway. Dengan pasokan listrik yang memadai, kereta dapat beroperasi lebih rapat dan konsisten. Hal ini akan meningkatkan kapasitas layanan pada jam-jam sibuk.

Menteri Perhubungan menjelaskan bahwa perbaikan infrastruktur menjadi fondasi utama sebelum langkah lanjutan dilakukan. “Kita harus menyesuaikan dengan jaringan listriknya dulu. Begitu ini sudah bagus, headway pasti akan berkurang,” tutur Dudy. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kesiapan teknis sebelum ekspansi layanan.

Pengurangan headway akan meningkatkan kenyamanan dan keandalan perjalanan. Penumpang tidak perlu menunggu terlalu lama di peron. Dampak positif ini diharapkan meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik.

Peluang Penambahan Rangkaian Kereta

Selain pembenahan infrastruktur, pemerintah juga membuka peluang penambahan rangkaian KRL. Langkah ini akan dipertimbangkan apabila permintaan penumpang terus meningkat. Penyesuaian kapasitas menjadi bagian dari strategi jangka menengah layanan KRL.

“Dan apabila pertumbuhan permintaan juga meningkat, maka kita akan tambah rangkaiannya,” ujar Dudy. Pernyataan ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam merespons dinamika kebutuhan masyarakat. Penambahan rangkaian akan dilakukan secara bertahap dan terukur.

Dengan jumlah rangkaian yang memadai, kepadatan penumpang dapat dikurangi. Layanan menjadi lebih nyaman dan efisien. Hal ini mendukung tujuan menjadikan KRL sebagai tulang punggung transportasi perkotaan.

Penertiban Perlintasan Sebidang Ilegal

Selain aspek teknis, perhatian juga diarahkan pada perlintasan sebidang ilegal. Keberadaan perlintasan liar dinilai menghambat kelancaran perjalanan kereta. Selain itu, kondisi tersebut menimbulkan risiko keselamatan yang serius.

“Kita juga akan menertibkan perlintasan-perlintasan sebidang yang ilegal, yang liar, itu akan kita tutup,” tegas Dudy. Penutupan perlintasan ilegal dilakukan demi keselamatan dan kelancaran operasional. Langkah ini menjadi bagian penting dari pembenahan menyeluruh.

Perlintasan ilegal memaksa kereta mengurangi kecepatan. Dampaknya terlihat pada keterlambatan dan jarak antar perjalanan yang melebar. Penertiban diharapkan dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan waktu KRL.

Menuju Layanan KRL Lebih Andal

Upaya pembenahan KRL Green Line dilakukan secara komprehensif. Pemerintah tidak hanya fokus pada satu aspek, tetapi menyentuh infrastruktur, kapasitas, dan keselamatan. Pendekatan ini diharapkan menghasilkan perbaikan berkelanjutan.

Dengan infrastruktur yang lebih baik, layanan KRL dapat beroperasi lebih optimal. Headway yang lebih singkat akan meningkatkan kepuasan penumpang. Keandalan layanan menjadi kunci kepercayaan masyarakat.

Pembenahan ini mencerminkan komitmen pemerintah terhadap transportasi publik. KRL Green Line diharapkan menjadi contoh peningkatan layanan berbasis rel. Ke depan, masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih aman, cepat, dan nyaman.

Terkini