Danantara Buka Jalan Baru Kolaborasi Swasta di Bisnis Hotel BUMN Nasional

Kamis, 29 Januari 2026 | 13:58:33 WIB
Danantara Buka Jalan Baru Kolaborasi Swasta di Bisnis Hotel BUMN Nasional

JAKARTA - Upaya pembenahan aset perhotelan milik badan usaha milik negara kini memasuki fase yang lebih terbuka dengan melibatkan pihak swasta sebagai mitra potensial. Arah baru ini muncul seiring langkah konsolidasi dan transformasi yang sedang dijalankan oleh Danantara Indonesia untuk meningkatkan nilai bisnis hotel BUMN.

Alih-alih hanya mengandalkan pengelolaan internal, Danantara melihat kolaborasi sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing. Peluang tersebut terbuka luas karena jumlah dan sebaran aset hotel BUMN dinilai cukup besar dan strategis.

Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa BUMN saat ini memiliki lebih dari 100 hotel yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut menjadi dasar kuat bagi Danantara untuk melakukan penataan menyeluruh dari sisi pengelolaan hingga kepemilikan aset.

Langkah Awal Konsolidasi Operator Hotel

Proses konsolidasi sebenarnya telah dimulai sejak tahun sebelumnya dengan fokus pada penyatuan pengelolaan operator hotel. Pada tahap awal ini, seluruh operator hotel BUMN disatukan di bawah naungan Hotel Indonesia Natour (HIN).

Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan standar pengelolaan yang lebih seragam dan efisien. Dengan satu payung operator, koordinasi dan pengawasan terhadap performa hotel diharapkan menjadi lebih terarah.

“Tahun lalu kami sudah melakukan konsolidasi dari sisi operator. Tahun ini kami masuk ke tahap konsolidasi aset perhotelan BUMN,” ujar Dony di Jakarta, Rabu (28/01/2026).

Pernyataan tersebut menandai pergeseran fokus dari sekadar manajemen operasional ke penataan struktur aset secara menyeluruh. Konsolidasi aset dinilai penting agar potensi ekonomi dari sektor perhotelan BUMN dapat dimaksimalkan.

Arah Baru Setelah Konsolidasi Aset

Setelah konsolidasi aset selesai, Danantara tidak berhenti pada tahap penataan internal semata. Tahap berikutnya adalah membuka ruang kerja sama dengan mitra strategis dari sektor swasta.

Skema kerja sama yang disiapkan pun beragam, mulai dari kerja sama usaha, pembentukan joint venture, hingga opsi pelepasan aset tertentu. Fleksibilitas skema ini disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing hotel.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden yang mendorong keterlibatan swasta di sektor bisnis yang dapat dikelola secara kompetitif. Pemerintah menilai tidak semua lini usaha harus sepenuhnya berada di bawah kendali BUMN.

“Tidak semua bisnis harus dikuasai oleh BUMN. Ke depan, kami akan menggandeng mitra, baik operator maupun investor finansial, agar aset-aset perhotelan ini bisa memberikan nilai tambah yang optimal,” kata Dony.

Pernyataan ini menegaskan bahwa tujuan utama kolaborasi bukan sekadar pelepasan aset. Fokus utamanya adalah menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi negara dan perekonomian nasional.

Tantangan Kualitas dan Pengelolaan Hotel BUMN

Meski memiliki lokasi yang strategis, tidak semua hotel BUMN berada dalam kondisi ideal. Dony mengakui bahwa kualitas properti dan tata kelola sejumlah hotel masih perlu ditingkatkan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa keterlibatan swasta dianggap penting. Mitra dengan pengalaman dan modal yang kuat diyakini mampu mempercepat perbaikan kualitas layanan dan fasilitas.

Peningkatan kualitas ini tidak hanya menyangkut bangunan fisik, tetapi juga sistem manajemen dan pemasaran. Dengan pengelolaan profesional, hotel BUMN diharapkan mampu bersaing dengan pemain swasta nasional maupun internasional.

Selain itu, kolaborasi dengan operator berpengalaman juga dapat membuka akses ke jaringan pasar yang lebih luas. Hal ini menjadi nilai tambah yang sulit dicapai jika hanya mengandalkan pengelolaan internal.

Target Waktu dan Kontribusi ke Ekonomi Nasional

Danantara menargetkan seluruh proses konsolidasi aset perhotelan BUMN dapat diselesaikan dalam tahun ini. Target tersebut telah dimasukkan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Dengan selesainya konsolidasi, proses penjajakan mitra strategis akan segera dimulai. Tahapan ini menjadi kunci untuk memastikan aset yang telah ditata dapat segera menghasilkan kinerja yang lebih optimal.

Danantara berharap sektor perhotelan BUMN dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap perekonomian nasional. Optimalisasi aset ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan pariwisata daerah.

Melalui strategi konsolidasi dan kolaborasi ini, Danantara berupaya mengubah wajah bisnis hotel BUMN menjadi lebih kompetitif dan berkelanjutan. Pendekatan baru ini sekaligus mencerminkan perubahan paradigma pengelolaan aset negara di era modern.

Terkini