Upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja sektor digital terus mendapat perhatian di tengah pertumbuhan ekonomi berbasis platform.
Pada 2026, perlindungan dan keberlanjutan mitra menjadi isu penting seiring membesarnya peran gig economy. Kondisi tersebut mendorong lahirnya berbagai inisiatif untuk memastikan mitra tetap terlindungi dan berdaya.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk meluncurkan program Bakti GoTo untuk Negeri sebagai bentuk komitmen jangka panjang. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata para mitra driver dan keluarganya. Fokus utama inisiatif ini adalah perlindungan, peningkatan kualitas hidup, dan perluasan peluang ekonomi.
Empat Dukungan Nyata untuk Mitra Gojek
Bakti GoTo untuk Negeri mengusung empat pilar utama yang saling terintegrasi. Pilar tersebut mencakup perlindungan sosial, Bonus Hari Raya, Bursa Kerja Mitra Gojek dan beasiswa, serta Usaha Mitra Swadaya. Keempatnya dirancang sebagai fondasi ekosistem kerja yang aman dan berkelanjutan.
Program ini ditujukan untuk memperkuat posisi mitra di tengah dinamika ekonomi digital. GoTo menilai mitra bukan sekadar bagian operasional, melainkan penggerak utama layanan. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan bersifat menyeluruh dan jangka panjang.
Langkah ini juga sejalan dengan arahan pemerintah terkait perlindungan pekerja informal. Sektor gig economy yang terus tumbuh membutuhkan sistem perlindungan yang adaptif. GoTo menempatkan inisiatif ini sebagai kontribusi aktif dalam penguatan ekonomi nasional.
Kesejahteraan Mitra Jadi Fondasi Pertumbuhan
Manajemen GoTo menegaskan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak terpisah dari kesejahteraan mitra. Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyampaikan bahwa kesejahteraan mencakup lebih dari sekadar pendapatan.
“Bagi GoTo, kesejahteraan mitra bukan hanya soal pendapatan harian, tetapi juga rasa aman, penghidupan yang layak, serta kesempatan untuk terus maju bersama keluarganya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perusahaan ingin memastikan mitra terlindungi hari ini dan memiliki masa depan lebih baik. “Karena itu, kesejahteraan mitra menjadi prioritas utama kami, sehingga melalui empat dukungan ini, kami ingin memastikan mitra terlindungi hari ini, sekaligus memiliki peluang yang lebih baik untuk masa depan,” lanjut Hans. Pernyataan tersebut mencerminkan arah strategis perusahaan.
GoTo menilai perjalanan bisnis harus berjalan seiring dengan pengembangan mitra. Pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui ekosistem yang sehat. Prinsip ini menjadi dasar peluncuran program Bakti GoTo untuk Negeri.
Perlindungan Sosial dan Bonus Hari Raya
Salah satu fokus utama program adalah perlindungan sosial bagi mitra. GoTo menjadi pelopor platform digital nasional yang memberikan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis bagi mitra dengan performa positif. Skema ini dirancang sebagai perlindungan jangka panjang.
Program perlindungan tersebut sebelumnya diuji coba secara terbatas. Setelah evaluasi, cakupan diperluas ke ratusan ribu mitra di berbagai daerah. Implementasi tetap mengikuti ketentuan dan kriteria yang berlaku.
Mulai 1 Februari 2026, Mitra Juara Gojek dapat menikmati manfaat BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Perlindungan ini dilengkapi dengan program keselamatan Gojek secara menyeluruh. Langkah ini memperkuat rasa aman mitra dalam menjalankan aktivitas harian.
Selain itu, Bonus Hari Raya kembali disalurkan pada 2026. Kebijakan ini melanjutkan program serupa yang telah dijalankan sebelumnya. BHR diberikan kepada mitra yang memenuhi kriteria tertentu.
Akses Kerja dan Pendidikan Lebih Luas
Dari sisi mobilitas ekonomi, GoTo menghadirkan Bursa Kerja Mitra Gojek. Platform ini membuka akses peluang kerja lintas sektor bagi mitra dan anggota keluarganya. Sasaran utamanya adalah lulusan D3 dan S1.
Program tersebut mencakup pendampingan pembuatan CV dan persiapan wawancara. Pengembangan profesional juga menjadi bagian penting dalam skema ini. GoTo bekerja sama dengan mitra penyedia layanan pencari kerja.
Selain itu, GoTo memperluas program beasiswa melalui Yayasan GoTo Merah Putih. Beasiswa kini tidak hanya ditujukan bagi anak mitra, tetapi juga mitra itu sendiri. Kuota penerima meningkat signifikan menjadi 150 orang.
Langkah ini dinilai membuka akses pendidikan yang lebih luas. Pendidikan dipandang sebagai kunci peningkatan kualitas hidup jangka panjang. Program beasiswa menjadi investasi sosial perusahaan.
Usaha Mandiri dan Dampak Berkelanjutan
GoTo juga mengembangkan Usaha Mitra Swadaya sebagai sumber pendapatan tambahan. Program ini membekali mitra dengan keterampilan dan sumber daya usaha. Bentuk usaha mencakup bengkel, warung, dan unit produktif lainnya.
Pendekatan ini memberi mitra alternatif penghasilan di luar layanan utama. Usaha mandiri diharapkan mampu bertahan dalam jangka panjang. Program ini telah dijalankan di sejumlah kota.
Secara makro, Bakti GoTo untuk Negeri berpotensi memperkuat daya beli rumah tangga mitra. Risiko sosial di sektor gig economy dapat ditekan melalui perlindungan dan akses ekonomi. Inklusi jaminan sosial pun semakin luas.
Akses pendidikan, kerja formal, dan usaha mandiri dinilai meningkatkan produktivitas. Dampak positif tersebut mendukung stabilitas ekonomi jangka menengah. Program ini memperlihatkan pendekatan menyeluruh perusahaan.
Dari perspektif pasar modal, inisiatif ini memperkuat narasi keberlanjutan GoTo. ESG menjadi faktor penting bagi investor. Langkah ini berpotensi menjadi sentimen positif jangka panjang.