JAKARTA - Keterlibatan Indonesia dalam isu perdamaian internasional kembali mendapat pengakuan luas dari komunitas global melalui langkah diplomatik terbaru yang melibatkan kawasan Timur Tengah. Bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza menunjukkan posisi penting Indonesia sebagai negara yang konsisten memperjuangkan perdamaian dunia, khususnya bagi Palestina.
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza merupakan bukti konkret atas pengakuan dunia internasional terhadap diplomasi Indonesia. Menurutnya, keanggotaan ini mencerminkan kepercayaan global terhadap pandangan Indonesia dalam mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Sugiono menyampaikan pernyataan tersebut melalui rekaman video yang diunggah di media sosial dan dipantau di Jakarta pada Jumat. Ia menyebut bahwa posisi Indonesia di dewan tersebut tidak terlepas dari konsistensi sikap Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza juga dinilai sebagai refleksi dari diplomasi aktif yang selama ini dijalankan pemerintah. Indonesia dianggap mampu menjaga keseimbangan antara prinsip politik luar negeri bebas aktif dan kepedulian terhadap isu kemanusiaan global.
Dalam pernyataannya, Sugiono menekankan bahwa keanggotaan Indonesia merupakan bentuk pengakuan dunia terhadap diplomasi Indonesia. Ia menilai posisi dan pandangan Indonesia terhadap perdamaian dunia, khususnya di kawasan Gaza, mendapat tempat yang dihormati.
Langkah ini sekaligus mempertegas bahwa Indonesia tidak hanya bersuara, tetapi juga terlibat langsung dalam upaya penyelesaian konflik. Peran tersebut dinilai penting untuk mendorong stabilitas kawasan dan perlindungan warga sipil Palestina.
Piagam Dewan Perdamaian Resmi Ditandatangani
Sugiono menjelaskan bahwa Dewan Perdamaian Gaza resmi menjadi organisasi internasional setelah Piagam Dewan Perdamaian ditandatangani oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Penandatanganan tersebut dilakukan di sela-sela agenda World Economic Forum 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss, pada Kamis waktu setempat.
Dengan ditandatanganinya piagam tersebut, Dewan Perdamaian Gaza memiliki landasan hukum dan struktur kelembagaan yang jelas. Hal ini memungkinkan badan tersebut menjalankan perannya secara formal dalam skala internasional.
Sugiono menuturkan bahwa Dewan Perdamaian Gaza akan berfungsi mengawasi administrasi wilayah tersebut. Selain itu, dewan ini juga bertugas menjaga stabilitas keamanan serta mendukung proses rekonstruksi Gaza yang akan dilakukan secara bertahap.
Badan tersebut tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga akan memantau jalannya pemerintahan transisi di Palestina. Pemerintahan transisi ini nantinya menjalankan fungsi administrasi di Gaza selama masa pemulihan.
Keberadaan Dewan Perdamaian Gaza diharapkan dapat menciptakan mekanisme yang lebih terstruktur dalam proses perdamaian. Indonesia menilai bahwa pendekatan multilateral menjadi kunci penting dalam mengatasi konflik berkepanjangan.
Sugiono menyebut bahwa keterlibatan Indonesia dalam struktur ini menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung stabilitas dan kemerdekaan Palestina. Ia menegaskan bahwa partisipasi Indonesia bukan sekadar simbolik, melainkan bersifat strategis dan konstruktif.
Langkah Nyata Dukung Kemerdekaan Palestina
Dalam pernyataannya, Sugiono menegaskan bahwa partisipasi Indonesia merupakan wujud langkah strategis dan konkret dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Ia menyebut keterlibatan ini selaras dengan perjuangan panjang Indonesia terhadap hak-hak bangsa Palestina.
Indonesia, menurut Sugiono, selalu menempatkan isu Palestina sebagai prioritas dalam kebijakan luar negerinya. Bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza menjadi bukti konsistensi sikap tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, pos perbatasan di Rafah akan segera dibuka untuk penyaluran bantuan kemanusiaan. Langkah ini dinilai krusial untuk meringankan penderitaan warga Gaza akibat konflik berkepanjangan.
Selain pembukaan jalur bantuan, Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force akan segera dibentuk. Pembentukan pasukan ini bertujuan untuk menciptakan kondisi keamanan yang kondusif di Gaza.
Sugiono menilai bahwa upaya ini menjadi bagian penting dari proses perdamaian yang berkelanjutan. Indonesia mendukung langkah-langkah yang mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan stabilitas jangka panjang.
Menurutnya, bergabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian Gaza merupakan langkah konkret yang selaras dengan perjuangan Indonesia bagi bangsa Palestina. Upaya ini diarahkan untuk mewujudkan kemerdekaan dan pengakuan kedaulatan Palestina di masa depan.
Sugiono juga menekankan bahwa Dewan Perdamaian Gaza menjadi salah satu alternatif konkret yang dapat diharapkan saat ini. Ia menyebut mekanisme ini sebagai jalan realistis untuk mencapai tujuan perdamaian.
Komitmen Prabowo dan Dukungan Negara-Negara Lain
Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya terkait Dewan Perdamaian Gaza. Ia menyebut dewan ini sebagai kesempatan bersejarah untuk mencapai perdamaian di Gaza.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki komitmen besar untuk berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian tersebut. Komitmen ini didorong oleh kepedulian terhadap kebaikan dan masa depan rakyat Palestina.
Menurut Prabowo, negara-negara yang tergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza adalah pihak-pihak yang memiliki keinginan tulus membantu rakyat Palestina. Negara-negara tersebut juga menghendaki terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Gaza.
Keanggotaan Indonesia dalam dewan ini dianggap memperkuat posisi Indonesia di kancah diplomasi internasional. Indonesia dinilai mampu menjadi jembatan dialog antara berbagai kepentingan global.
Selain Indonesia, sejumlah negara turut menandatangani Piagam Dewan Perdamaian Gaza. Negara-negara tersebut berasal dari berbagai kawasan dan latar belakang geopolitik.
Adapun negara yang tergabung antara lain Hungaria, Bahrain, Mesir, Yordania, Kazakhstan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab. Kehadiran negara-negara ini menunjukkan dukungan luas terhadap upaya perdamaian di Gaza.
Kerja sama multinasional dalam Dewan Perdamaian Gaza diharapkan mampu menciptakan solusi yang inklusif. Indonesia menilai bahwa kolaborasi global menjadi kunci utama dalam menyelesaikan konflik Palestina.
Melalui keterlibatan ini, Indonesia berharap dapat berkontribusi aktif dalam menciptakan stabilitas kawasan. Langkah tersebut sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai negara yang konsisten memperjuangkan perdamaian dunia.