UMKM Garut Masuk Rantai Pasok Program Makan Bergizi Gratis Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48:55 WIB
UMKM Garut Masuk Rantai Pasok Program Makan Bergizi Gratis Nasional

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Garut menempatkan UMKM sebagai elemen penting dalam mendukung program strategis nasional.

Khususnya Program Makan Bergizi Gratis. Upaya ini dilakukan untuk memastikan manfaat program dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal.

Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pembukaan Program Kick Off Pemberdayaan UMKM dan Kelompok Masyarakat sebagai supplier MBG. Kegiatan ini digelar di Pabrik PT Mandala 525, Kecamatan Tarogong Kidul.

Melalui program ini, UMKM tidak hanya dilibatkan sebagai pelengkap, tetapi diarahkan menjadi bagian inti dari rantai pasok pangan bergizi yang berkelanjutan dan terstandar.

Pendampingan Produksi dan Standar Keamanan Pangan

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menilai program ini menjawab kebutuhan mendasar UMKM dalam meningkatkan kapasitas usaha. Fokus utama tidak hanya pada kuantitas produksi, tetapi juga kualitas dan konsistensi.

Pendampingan diberikan agar UMKM mampu memenuhi standar produksi, mulai dari ketersediaan bahan baku hingga proses pengolahan yang aman. Aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama.

Dengan pendampingan berkelanjutan, UMKM diharapkan mampu menghasilkan produk yang layak untuk konsumsi jangka panjang dalam skema MBG nasional.

Komitmen Pemkab Garut Dalam Sinergi MBG

Pemerintah Kabupaten Garut menegaskan kesiapannya untuk bersinergi penuh dengan Program Makan Bergizi Gratis. Sinergi ini ditujukan agar potensi lokal dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Pemkab Garut berencana mengusulkan UMKM lokal sebagai pemasok utama melalui rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas peran UMKM.

Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi distribusi, tetapi juga memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Garut.

Kedelai Lokal Jadi Fokus Penguatan Pangan

Pengembangan budidaya kedelai menjadi salah satu fokus utama dalam program ini. Garut dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi sentra produksi kedelai nasional.

Kebutuhan kedelai yang masih didominasi impor membuka peluang besar bagi daerah untuk mengembangkan produksi lokal. Hal ini sejalan dengan semangat kemandirian pangan.

Dukungan teknologi, hilirisasi, serta akses permodalan tengah dipersiapkan untuk memastikan budidaya kedelai berjalan efisien dan berkelanjutan.

Peran Industri Dalam Menjamin Kualitas

PT Mandala 525 menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung program pemberdayaan UMKM dan MBG. Dukungan diberikan melalui teknologi dan kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan.

Pimpinan PT Mandala 525, Haris Kalicman, menegaskan bahwa kualitas kedelai lokal mampu bersaing dengan produk impor. Standar dan sertifikasi telah dipenuhi.

Keterlibatan industri diharapkan mampu menjembatani UMKM dalam memenuhi kebutuhan pasar nasional yang menuntut kualitas dan konsistensi tinggi.

Kolaborasi Dorong Ekonomi Berkelanjutan

Kolaborasi antara pemerintah daerah, industri, dan UMKM menjadi kunci keberhasilan program ini. Sinergi lintas sektor dinilai mampu menciptakan ekosistem usaha yang kuat.

Program ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan bergizi, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi masyarakat Garut secara berkelanjutan.

Dengan keterlibatan aktif semua pihak, UMKM Garut diharapkan naik kelas, berdaya saing, dan berkontribusi langsung pada pembangunan daerah.

Terkini