Kolaborasi BRIN dan UTS Perkuat Program Pascasarjana Riset Tingkat Global

Rabu, 21 Januari 2026 | 11:54:07 WIB
Kolaborasi BRIN dan UTS Perkuat Program Pascasarjana Riset Tingkat Global

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggandeng University of Technology Sydney (UTS) untuk memperkuat kapasitas periset Indonesia melalui program pascasarjana berbasis riset (Degree by Research/DBR). Langkah ini diharapkan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Skema Degree by Research Tingkatkan Ekosistem Riset

Kepala BRIN, Arif Satria, menyebut kerja sama ini sebagai implementasi konkret komitmen yang telah dimulai sejak penandatanganan MoU pada Juli 2024 di Sydney. DBR menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional.

Peningkatan kualitas periset merupakan fondasi bagi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak langsung pada pembangunan nasional. Program ini dirancang agar periset mampu menghasilkan inovasi yang adaptif dan berdaya saing global.

Bidang Riset Strategis dalam Kolaborasi BRIN dan UTS

Kolaborasi BRIN-UTS telah aktif sejak 2023, mencakup berbagai bidang riset strategis. Fokus awal meliputi tata kelola, ekonomi, kesejahteraan masyarakat, serta pengembangan platform digital berbasis AI dan IoT untuk sektor pangan laut biru.

Pada 2024, ruang lingkup diperluas mencakup biodiversitas laut, bioteknologi kesehatan, keamanan pangan dan hasil laut, serta riset perubahan iklim. Pendekatan ini menekankan riset interdisipliner yang selaras dengan kebutuhan nasional dan global.

BRIN juga membuka skema penguatan kapasitas lain, termasuk post-doctoral, visiting researcher, dan kunjungan riset bersama. Program ini tidak hanya untuk periset BRIN, tetapi juga akademisi dan mitra industri yang ingin meningkatkan kompetensi riset.

Skema Program PhD Jarak Jauh

Dalam perjanjian terbaru, program PhD berbasis riset dapat dijalankan dengan skema mode jarak jauh. Kandidat tetap melakukan aktivitas riset di Indonesia, sambil terhubung secara akademik dengan UTS melalui pembimbingan dan evaluasi sesuai standar pendidikan tinggi Australia.

Peserta juga mendapat kesempatan melakukan kunjungan riset ke UTS hingga enam bulan per tahun kalender. Kunjungan ini memungkinkan kolaborasi langsung, akses fasilitas riset, serta pengembangan topik riset interdisipliner secara optimal.

Program ini dirancang untuk menggabungkan kekuatan dua institusi unggulan. Hasilnya diharapkan melahirkan periset dan pakar yang lebih andal, adaptif, dan memiliki daya saing internasional.

Ruang Lingkup Kerja Sama dan Prioritas Nasional

Ruang lingkup kerja sama mencakup seleksi dan pembimbingan kandidat, pemanfaatan fasilitas riset, serta pelaksanaan riset yang mendukung Program Prioritas Nasional Indonesia. Pendekatan ini memastikan riset yang dilakukan relevan dan memberi dampak bagi pembangunan nasional.

Kolaborasi ini menegaskan komitmen BRIN untuk memperkuat kapasitas periset secara berkelanjutan. Program DBR menjadi jembatan antara pengembangan sumber daya manusia berkualitas dan penguasaan ilmu pengetahuan yang aplikatif.

Kerja sama ini juga menunjukkan bahwa riset Indonesia semakin terhubung dengan jaringan internasional. Keterlibatan UTS diharapkan membuka peluang bagi periset Indonesia untuk beradaptasi dengan standar riset global dan mengembangkan inovasi yang bermanfaat luas.

Melalui program ini, BRIN berharap lahir generasi periset yang mampu menjawab tantangan ilmiah dan teknologi terkini. Program pascasarjana berbasis riset ini menjadi fondasi bagi pengembangan ekosistem inovasi yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Terkini