Tarif Listrik Desember 2025 Tetap Stabil untuk Semua Golongan Pelanggan PLN

Minggu, 30 November 2025 | 11:26:54 WIB
Tarif Listrik Desember 2025 Tetap Stabil untuk Semua Golongan Pelanggan PLN

JAKARTA - Keputusan pemerintah untuk menjaga stabilitas tarif listrik pada Desember 2025 memberikan kepastian bagi seluruh pelanggan PLN. Hal ini menjadi perhatian masyarakat karena listrik merupakan kebutuhan utama yang memengaruhi pengeluaran rumah tangga maupun dunia usaha.

Kebijakan mempertahankan tarif tanpa kenaikan ini telah diumumkan menjelang pergantian bulan. Situasi ekonomi yang dinamis membuat keputusan ini disambut positif karena memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap menjaga daya beli.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa tarif listrik triwulan IV tahun 2025 tidak berubah. Keputusan tersebut berlaku untuk pelanggan subsidi maupun nonsubsidi.

Plt Dirjen Ketenagalistrikan Tri Winarno mengatakan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan akses listrik tetap terjangkau bagi semua golongan.

“Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah memutuskan tarif listrik tetap atau tidak naik,” ujar Tri Winarno pada Rabu, 24 September 2025. Pernyataan tersebut menjadi kepastian bagi masyarakat yang khawatir akan potensi kenaikan tarif akibat perubahan parameter ekonomi.

Alasan Tarif Listrik Tidak Berubah pada Desember 2025

Keputusan menjaga tarif listrik tetap stabil tidak terlepas dari pertimbangan kondisi ekonomi nasional. Pemerintah memahami bahwa kenaikan tarif pada akhir tahun dapat memberatkan masyarakat.

Padahal, berdasarkan realisasi ekonomi makro untuk penyesuaian tarif triwulan IV 2025, seharusnya terdapat potensi kenaikan biaya. Parameter ekonomi seperti kurs, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan Harga Batu Bara Acuan (HBA) sempat menunjukkan perubahan yang signifikan.

Penyesuaian tarif listrik sejatinya telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik (Tariff Adjustment) PLN. Aturan tersebut menyebutkan bahwa tarif pelanggan nonsubsidi dievaluasi setiap tiga bulan.

Namun, pada triwulan IV ini pemerintah memilih menahan penyesuaian tarif yang seharusnya berlaku. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada beban tambahan yang dirasakan pelanggan.

Pelanggan bersubsidi juga dipastikan tetap menerima manfaat subsidi tanpa pengurangan. Pemerintah menegaskan komitmen menjaga perlindungan bagi golongan rentan.

Keputusan ini juga menjadi bagian dari stabilisasi ekonomi nasional. Pemerintah berupaya memastikan bahwa kebutuhan dasar seperti listrik tetap terjangkau dalam kondisi ekonomi yang fluktuatif.

Rincian Tarif Listrik Berlaku per 1 Desember 2025

PLN telah merilis daftar lengkap tarif listrik untuk seluruh golongan pelanggan yang berlaku mulai 1 Desember 2025. Tarif ini berlaku sama seperti periode sebelumnya tanpa ada perubahan nominal.

Berikut adalah rincian tarif sesuai kategori pelanggan pada bulan Desember 2025.

Tarif Listrik Rumah Tangga Bersubsidi

Pelanggan rumah tangga bersubsidi mendapat tarif khusus yang jauh lebih rendah dibanding pelanggan nonsubsidi. Golongan ini mencakup pelanggan daya rendah yang masuk dalam kelompok ekonomi rentan.

Berikut rinciannya:

R-1/TR 450 VA: Rp 415 per kWh

R-1/TR 900 VA: Rp 605 per kWh

Tarif ini membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga berpendapatan rendah. Pelanggan tetap dapat menikmati listrik dengan harga yang terjangkau di akhir tahun.

Tarif Listrik Rumah Tangga Nonsubsidi

Pelanggan nonsubsidi dikenakan tarif berdasarkan parameter ekonomi makro namun tetap stabil pada Desember 2025. Berikut detail tarif yang berlaku:

R-1/TR 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh

R-1/TR 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh

R-1/TR 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh

R-2/TR 3.500–5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh

R-3/TR di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh

Tarif ini memberikan kepastian bagi pelanggan yang membutuhkan pasokan listrik stabil terutama menjelang masa liburan akhir tahun. Stabilitas tarif memberikan ruang bagi pelanggan untuk mengatur biaya rumah tangga dengan lebih baik.

Tarif Listrik untuk Pelanggan Bisnis

Pelanggan bisnis merupakan salah satu pengguna listrik terbesar dan sangat sensitif terhadap perubahan tarif. Kestabilan tarif ini membantu pelaku usaha menjalankan operasional tanpa khawatir lonjakan biaya.

Rinciannya adalah sebagai berikut:

B-2/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh

B-3/TM, TT di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh

Stabilitas ini juga penting dalam mendukung keberlanjutan usaha kecil hingga menengah. Para pelaku bisnis dapat merencanakan anggaran operasional mereka secara lebih terukur.

Tarif untuk Pelanggan Industri dan Pemerintah

Sektor industri dan fasilitas pemerintah juga tidak mengalami perubahan tarif pada periode Desember 2025. Keputusan ini berdampak positif pada biaya produksi dan operasional.

Berikut tarif untuk pelanggan industri:

I-3/TM di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh

I-4/TT di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh

Untuk fasilitas pemerintah dan penerangan jalan umum, tarif yang berlaku adalah:

P-1/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh

P-2/TM di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh

P-3/TR penerangan jalan umum: Rp 1.699,53 per kWh

L/TR, TM, TT berbagai tegangan: Rp 1.644,52 per kWh

Kepastian ini mendukung kelancaran layanan publik terutama menjelang masa liburan akhir tahun. Pemerintah daerah dapat memastikan penerangan jalan tetap optimal tanpa lonjakan biaya.

Tarif untuk Pelayanan Sosial

Pelanggan pelayanan sosial juga mendapatkan tarif listrik khusus yang sangat terjangkau. Kelompok ini mencakup fasilitas sosial yang penting bagi masyarakat.

Berikut tarif yang berlaku:

S-1/TR 450 VA: Rp 325 per kWh

S-1/TR 900 VA: Rp 455 per kWh

S-1/TR 1.300 VA: Rp 708 per kWh

S-1/TR 2.200 VA: Rp 760 per kWh

S-1/TR 3.500 VA–200 kVA: Rp 900 per kWh

S-2/TM di atas 200 kVA: Rp 925 per kWh

Tarif rendah ini membantu lembaga sosial menjalankan aktivitas dengan biaya yang tetap terkendali. Komunitas-komunitas yang menjalankan layanan publik dapat terus beroperasi dengan efisien.

Terkini