Kemenkes dan PU Turun Tangan Tangani Korban Banjir Parah di Sumatera

Sabtu, 29 November 2025 | 11:04:24 WIB
Kemenkes dan PU Turun Tangan Tangani Korban Banjir Parah di Sumatera

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirim logistik kesehatan untuk membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Bantuan yang dikirim mencakup obat-obatan, bahan medis habis pakai, serta makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil.

“Dan kami juga sudah mengirimkan tenaga cadangan kesehatan, khususnya dokter, perawat, ahli kesehatan lingkungan, dan epidemiolog untuk membantu penanganan kesehatan di sana. Untuk pengiriman bantuan dilakukan secara bertahap menyesuaikan akses wilayah dan koordinasi dengan pemerintah daerah,” ujar Staf Ahli Menteri Kesehatan Bayu Teja dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta.

Kemenkes juga mengaktifkan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk mempercepat penanganan. Selain itu, pelayanan kesehatan mobile dan posko pengungsian telah didirikan untuk melayani masyarakat terdampak banjir.

Bantuan Alat Berat dari Kementerian PU

Dalam upaya percepatan penanganan bencana, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengirimkan alat berat ke Aceh, Sumut, dan Sumbar. Alat-alat ini digunakan untuk membersihkan longsoran dan jalan yang terhambat akibat banjir.

“Mudah-mudahan alat berat kami yang saat ini sudah siap, segera bisa ke lokasi. 21 yang ada di Sumatera Utara, 12 yang ada di Aceh, kemudian 15 yang ada di Sumatera Barat mudah-mudahan segera bergerak,” ujar Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti.

Selain pengiriman alat berat, Kementerian PU juga tengah mengidentifikasi kerusakan infrastruktur di wilayah terdampak. Kerusakan mencakup jalan, jembatan, hingga fasilitas PDAM yang menghambat distribusi air bersih ke masyarakat.

Namun, proses identifikasi belum sepenuhnya bisa dilakukan karena masih banyak wilayah yang sulit dijangkau akibat dampak banjir dan longsor. “Kami sendiri juga belum bisa mengidentifikasi, karena kami belum bisa masuk,” kata Diana.

Data Korban Banjir dan Longsor

Pemerintah terus memperbarui data korban banjir dan longsor di Sumatera melalui kepolisian dan BNPB. Hingga Kamis, 27 November 2025, tercatat 48 orang tewas dan 88 orang hilang di Sumut selama empat hari terakhir.

Sementara di Sumbar, bencana banjir dan longsor menelan sembilan korban jiwa. Rinciannya lima orang meninggal akibat banjir di Padang, tiga orang karena banjir bandang di Agam, dan satu orang akibat tertimbun longsor di Agam.

Di Aceh, data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan 30 warga meninggal dunia akibat banjir dan longsor. Jumlah ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk tetap waspada menghadapi musim hujan.

Sinergi Penanganan dan Pemulihan

Upaya Kemenkes dan Kementerian PU menunjukkan sinergi pemerintah pusat dalam menanggulangi bencana. Penyaluran logistik, tenaga medis, dan alat berat dilakukan secara koordinatif untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulihan.

Pendekatan ini juga mencakup dukungan kesehatan mobile di posko pengungsian, sehingga korban bisa segera mendapatkan pertolongan medis. Selain itu, perbaikan infrastruktur yang terdampak diharapkan dapat memperlancar distribusi logistik dan kebutuhan pokok masyarakat.

Dengan langkah cepat ini, pemerintah berharap penanganan korban banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar lebih efektif. Kolaborasi lintas kementerian di lapangan menjadi kunci agar dampak bencana bisa diminimalkan dan pemulihan berjalan lebih cepat.

Terkini