KemenPendidikan Dorong Orang Tua Terima Anak Disabilitas Demi Maksimalkan Potensi

Sabtu, 29 November 2025 | 11:04:08 WIB
KemenPendidikan Dorong Orang Tua Terima Anak Disabilitas Demi Maksimalkan Potensi

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan pentingnya orang tua anak disabilitas menyadari dan menerima sepenuhnya kondisi anaknya. Kesadaran ini dinilai penting untuk mendukung minat, bakat, dan perkembangan pendidikan anak.

“Orang tua denial jadi terlambat untuk menyadari anaknya memiliki kedisabilitasan,” ujar Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, Rita Pranawati, dalam diskusi bertajuk “Hari Disabilitas Internasional” di Jakarta.

Hingga kini, masih banyak orang tua yang kesulitan menerima sepenuhnya kondisi anak mereka yang disabilitas. Padahal penerimaan ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan bakat dan minat anak di berbagai bidang.

Alternatif Pendidikan dan Tantangan SLB

Pihak kementerian mendorong orang tua untuk menumbuhkan kesadaran dan penerimaan terhadap kondisi anak mereka. “Kalau kesadaran itu tumbuh, saya rasa itu lebih baik,” kata Rita Pranawati.

Namun, banyak orang tua yang lebih memilih Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk memenuhi hak pendidikan anaknya dibandingkan menyekolahkan anak di Sekolah Luar Biasa (SLB).
“Banyak orang tua yang memilih menyekolahkan ke pendidikan nonformal seperti PKBM. Kenapa? Karena enggak mau SLB,” ujar Rita.

Pilihan ini menunjukkan tantangan besar dalam meningkatkan partisipasi pendidikan formal bagi anak penyandang disabilitas. Kementerian melihat perlunya pendekatan inklusif agar anak tetap mendapatkan pendidikan berkualitas.

Menghapus Stigma dan Menyadari Ragam Potensi

Kementerian juga mendorong masyarakat untuk tidak lagi menstigma anak-anak penyandang disabilitas. Disabilitas memiliki ragam bentuk dan setiap anak memiliki talenta unik yang perlu diapresiasi.

“Sekaligus (mendorong) masyarakat juga bisa menerima situasi ini. Disabilitas ini ragamnya banyak dan masing-masing juga punya talenta,” kata Rita. Langkah ini penting untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung pengembangan potensi anak.

Lingkungan sosial yang menerima menjadi faktor penting dalam memaksimalkan kemampuan anak disabilitas. Kesadaran kolektif dari orang tua dan masyarakat dapat mendorong anak tumbuh lebih percaya diri dan produktif.

Pendidikan Inklusif sebagai Strategi Pemerataan

Pendidikan inklusif bukan hanya tentang akses sekolah, tetapi juga mencakup pengembangan minat dan bakat anak. Pemerintah mendorong sinergi antara orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif.

Dengan penerimaan orang tua dan dukungan masyarakat, anak disabilitas dapat berpartisipasi penuh dalam pendidikan formal maupun nonformal. Strategi ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak penyandang disabilitas.

KemenPendidikan juga menekankan pentingnya pelatihan guru dan tenaga pendamping agar anak disabilitas mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai. Hal ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah untuk menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan adil bagi seluruh anak.

Terkini