Rekomendasi Dawet Telasih Solo Legendaris dengan Rasa Autentik Tradisional

Sabtu, 29 November 2025 | 11:00:46 WIB
Rekomendasi Dawet Telasih Solo Legendaris dengan Rasa Autentik Tradisional

JAKARTA - Solo bukan hanya dikenal sebagai kota budaya, tetapi juga sebagai surganya kuliner tradisional. Salah satu minuman ikonik yang wajib dicoba adalah Dawet Telasih, perpaduan dawet hijau, santan gurih, gula cair, dan biji telasih yang menyegarkan.

Minuman ini memiliki variasi unik, seperti tambahan ketan hitam, jenang sumsum, atau tape ketan. Kehadiran biji telasih memberikan tekstur kenyal dan aroma khas, membedakannya dari dawet biasa dan menambah sensasi menyegarkan di setiap tegukan.

Keaslian rasa Dawet Telasih di Solo banyak dijaga melalui resep turun-temurun. Setiap warung menampilkan ciri khas berbeda, dari penggunaan gula putih hingga kombinasi isian yang kaya, menjadikannya kuliner yang layak dicari wisatawan.

Dawet Telasih Legendaris di Pasar Gede

Dawet Telasih Bu Dermi, Pasar Gede Hardjonagoro, menjadi tujuan wajib bagi pecinta dawet. Warung ini sudah berdiri sejak tahun 1930-an dan kini dikelola generasi ketiga dan keempat, terkenal sebagai favorit Presiden Jokowi.

Dawet disajikan dengan dawet hijau dari daun suji dan pandan, santan gurih, gula cair, ketan hitam, jenang sumsum, tape ketan, dan biji telasih. Harga Dawet Komplet berkisar Rp 12.000–Rp 15.000 per mangkuk, tersedia juga variasi durian dengan harga Rp 30.000–Rp 32.000.

Es Dawet Telasih Hj. Sipon, Kios Nomor 27, Los Makanan Nomor 9, Gedung Timur Pasar Gede, hadir sejak 2006. Keistimewaannya terletak pada racikan tradisional yang dijaga turun-temurun, dawet hijau lembut, ketan putih, tape, biji telasih, santan, dan gula jawa cair, dijual sekitar Rp 10.000.

Dawet Bu Watik, Gedung Timur Pasar Gede, Jl. Jend. Urip Sumoharjo, menawarkan rasa manis dengan sentuhan asam dari tape hijau. Perpaduan ini memberikan pengalaman berbeda bagi penikmat Dawet Telasih, membuka alternatif bagi pengunjung yang ingin mencoba variasi lain.

Dawet Mbak Genduk, Jl. Timur Pasar Gede, hadir dengan isian lebih komplit, termasuk potongan nangka kecil. Tempat ini buka pukul 06.00–17.30 WIB dan menjadi favorit bagi mereka yang mencari pengalaman dawet kaya rasa di Pasar Gede.

Dawet Telasih di Solo Pusat dan Sekitar Stasiun

Dawet Telasih Batik Ria, Jl. R. M. Said, Manahan, berlokasi strategis di depan pusat perbelanjaan batik. Es dawet ini terkenal karena rasa manis yang pas dan tekstur kenyal, dijual sekitar Rp 5.000–Rp 7.000 per mangkuk, tersedia juga tambahan durian.

Dawet Khas Solo Bang Jeks, Pasar Klewer, menawarkan pengalaman berbeda di pasar tradisional yang ramai. Santan dan gula merah disajikan sederhana, namun rasanya memuaskan, cocok melepas dahaga setelah berbelanja, buka pukul 10.00–17.00 WIB.

Dawet Ayu Solo Balapan, Jl. Walter Monginsidi, Kestalan, dekat stasiun, melayani pelancong yang baru tiba atau akan berangkat. Kombinasi santan gurih, gula merah asli, dan biji selasih memberikan sensasi tekstur unik, ideal sebagai penyambut atau penutup perjalanan.

Variasi dan Keunikan Dawet Telasih di Solo

Selain lokasi legendaris, Dawet Telasih di Solo memiliki variasi isian yang menarik. Beberapa warung menambahkan ketan hitam, jenang sumsum, tape ketan, dan potongan nangka, sehingga minuman ini tidak hanya menyegarkan tetapi juga kaya rasa dan tekstur.

Harga Dawet Telasih bervariasi mulai dari Rp 7.000 hingga Rp 15.000 per mangkuk untuk varian standar. Varian spesial dengan durian dapat mencapai Rp 30.000–Rp 32.000, memberikan opsi bagi penikmat yang ingin menikmati versi premium.

Pengalaman menikmati Dawet Telasih di Solo tidak hanya soal rasa, tetapi juga suasana. Dari pasar tradisional hingga area pusat belanja, setiap lokasi menawarkan nuansa berbeda, membuat minuman ini tak sekadar pelepas dahaga tetapi juga bagian dari perjalanan kuliner khas Solo.

Terkini