Fenomena Eksperimen Skincare Berujung Masalah Kulit yang Makin Meluas

Sabtu, 29 November 2025 | 10:15:19 WIB
Fenomena Eksperimen Skincare Berujung Masalah Kulit yang Makin Meluas

JAKARTA - Gelombang tren skincare yang terus berkembang mendorong semakin banyak orang ingin mencoba produk baru tanpa mempertimbangkan kecocokan dengan kebutuhan kulit mereka. Kebiasaan ini memicu gelombang baru masalah kulit yang muncul akibat penggunaan produk yang berubah-ubah.

Dorongan dari influencer, rekomendasi teman, hingga produk viral membuat banyak orang tergoda untuk bereksperimen. Namun, perubahan produk secara cepat tanpa pemahaman mendalam dapat membawa risiko yang tidak disadari.

Gonta-ganti skincare tanpa proses seleksi yang tepat sering kali berakhir pada kulit yang semakin bermasalah. Kondisi ini bahkan dapat menimbulkan reaksi beruntusan, jerawat, iritasi, maupun alergi.

Risiko tersebut dapat terjadi karena setiap produk memiliki kandungan berbeda yang tidak selalu sesuai dengan tipe kulit seseorang. Hasil yang diharapkan pun menjadi tidak maksimal akibat penggunaan produk yang tidak konsisten.

Menurut dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.DVE., FINSDV., seluruh produk skincare yang beredar seharusnya telah melewati proses regulasi resmi. Ia menyebut bahwa produk yang terdaftar pada lembaga pengawas merupakan produk yang aman secara umum.

Dalam acara Kahf Decode di Jakarta Selatan pada Rabu, 26 November 2025, ia menegaskan bahwa produk yang terdaftar seharusnya aman untuk digunakan. Namun keamanan regulasi tidak berarti produk tersebut cocok bagi semua orang.

Tidak Semua Produk Aman Pasti Cocok untuk Setiap Kondisi Kulit

Dalam praktik klinis hariannya, dr. Dhana sering menemukan pasien mengalami masalah kulit meski hanya memakai produk skincare dasar. Beberapa pasien justru mengalami jerawat setelah memakai produk yang dianggap ringan dan aman.

Ia menjelaskan bahwa efek samping tersebut dapat muncul meski produk hanya terdiri dari pembersih wajah, pelembap, atau basic skincare lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan regulasi tidak menjamin kecocokan pada kulit setiap orang.

Risiko efek samping semakin meningkat karena banyak orang tidak memahami kandungan bahan aktif dalam produk skincare yang mereka gunakan. Setiap kulit memiliki tingkat sensitivitas berbeda sehingga respons terhadap suatu bahan sangat bervariasi.

Tidak semua bahan bisa bekerja dengan baik di kulit setiap orang, terutama jika digunakan tanpa mengetahui kecocokannya dengan kondisi kulit tertentu. Hal ini membuat reaksi negatif semakin mudah terjadi.

Kulit dapat mengalami masalah yang semakin kompleks akibat penggunaan produk yang tidak sesuai. Reaksi tersebut bisa berupa beruntusan, peradangan, hingga produksi minyak berlebih.

Penggunaan produk yang tidak tepat juga dapat memperparah kondisi kulit yang sudah sensitif. Kesalahan memilih jenis facial wash atau moisturizer dapat memicu rangkaian reaksi yang sulit dihentikan.

Sebagai contoh, seseorang dengan kulit berminyak yang menggunakan pelembap terlalu oily dapat mengalami penyumbatan pori-pori. Kondisi ini memicu jerawat dan beruntusan yang semakin sulit diatasi.

Begitu pula jika seseorang menggunakan face wash khusus kulit kering padahal kulitnya berminyak. Perbedaan kebutuhan produk tersebut dapat memicu iritasi bahkan memperburuk kondisi kulit.

Jika dibiarkan, masalah kulit dapat berkembang menjadi peradangan yang lebih serius. Penyumbatan pori-pori juga dapat meninggalkan bekas kehitaman atau bopeng yang sulit dihilangkan.

Kulit sensitif memiliki risiko reaksi yang lebih berat dan cepat muncul. Reaksinya dapat berupa kemerahan, rasa panas, hingga iritasi yang menimbulkan ketidaknyamanan.

Setiap Individu Punya Respons Kulit yang Berbeda-beda

dr. Dhana mengingatkan bahwa reaksi terhadap produk skincare tidak bisa disamakan antara satu orang dengan orang lainnya. Faktor genetik menjadi salah satu penyebab utama mengapa respons kulit sangat bervariasi.

Kondisi dasar kulit menentukan bagaimana kulit merespons suatu produk yang masuk ke dalam rutinitas perawatan. Sensitivitas kulit juga memengaruhi tingkat toleransi terhadap bahan tertentu.

Kekuatan skin barrier turut menentukan apakah kulit akan mudah mengalami iritasi atau tidak. Ketika penghalang kulit lemah, reaksi produk semakin mudah terjadi.

Itulah sebabnya ada orang yang merasa cocok menggunakan suatu produk tanpa keluhan. Namun pada orang lain, produk yang sama bisa memicu breakout, kemerahan, atau rasa perih.

Perbedaan ini berarti setiap orang harus memahami kondisi kulit masing-masing sebelum mencoba produk baru. Tanpa pengetahuan tersebut, risiko iritasi akan lebih tinggi.

Beberapa kandungan aktif memiliki potensi memicu alergi pada sebagian orang. Reaksi alergi ini tidak dapat diprediksi karena sifat kulit setiap individu sangat berbeda.

Reaksi kulit juga dipengaruhi oleh cara penggunaan produk. Penggunaan berlapis atau mencampur bahan aktif yang tidak kompatibel dapat menimbulkan efek samping serius.

Cara Aman Mengganti Skincare Tanpa Membahayakan Kulit

Meskipun berisiko, mengganti skincare tidak dilarang selama dilakukan secara bertahap dan terencana. Proses penggantian produk memerlukan pemahaman dan tidak boleh dilakukan secara terburu-buru.

Mengganti terlalu banyak produk secara bersamaan dapat membuat kulit “kaget”. Kondisi ini menyebabkan kulit kehilangan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kandungan.

Kulit memerlukan waktu untuk mengenali dan menyesuaikan diri dengan bahan baru. Perubahan mendadak dapat memicu reaksi negatif yang membuat kondisi kulit lebih buruk.

Memahami jenis dan kondisi kulit sebelum mencoba produk baru menjadi langkah paling aman. Orang yang memahami karakter kulitnya akan lebih mampu memilih produk yang tepat.

dr. Dhana menekankan bahwa berkonsultasi dengan dokter kulit merupakan langkah terbaik bagi mereka yang sering mengalami reaksi negatif. Konsultasi membantu menyesuaikan skincare dengan kebutuhan kulit spesifik.

Ia menjelaskan bahwa konsultasi memberikan evaluasi lebih akurat mengenai produk mana yang aman digunakan. Hal ini dapat mencegah kerusakan kulit yang lebih parah akibat pemakaian produk yang tidak sesuai.

Konsultasi dengan dokter juga membantu mengidentifikasi kandungan yang perlu dihindari. Selain itu, dokter dapat memberikan rekomendasi struktur skincare yang lebih aman dan efektif.

Dengan pemahaman yang tepat, pergantian produk skincare dapat dilakukan dengan lebih bijak. Langkah kecil ini akan membantu menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Terkini