Waspadai Kombinasi Buah Berbahaya yang Sering Dianggap Aman untuk Dikonsumsi

Sabtu, 29 November 2025 | 10:10:55 WIB
Waspadai Kombinasi Buah Berbahaya yang Sering Dianggap Aman untuk Dikonsumsi

JAKARTA - Kebiasaan mengonsumsi buah memang identik dengan gaya hidup sehat karena kandungannya yang kaya vitamin, mineral, dan senyawa fitokimia yang bekerja melindungi tubuh. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa beberapa kombinasi buah justru dapat memicu gangguan kesehatan bila dipadukan secara sembarangan.

Belakangan ini, pola makan berbasis buah kembali populer sebagai bagian dari tren hidup alami dan bersih. Meski demikian, memilih buah tanpa memahami cara mengombinasikannya dapat memberikan efek sebaliknya bagi tubuh.

Konselor diet Dr. Swathi Reddy menjelaskan bahwa tidak semua buah aman jika dicampur dalam satu waktu konsumsi. Ia menegaskan bahwa beberapa jenis buah dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau bahkan memicu masalah kronis bila dipadukan secara keliru.

Ia menyebut bahwa prinsip dasar dalam mengonsumsi buah sebenarnya sudah lama dibahas dalam ilmu nutrisi holistik tetapi sering diabaikan. Karena itu, pemahaman tentang kombinasi buah menjadi penting agar manfaat sehat dari buah tetap optimal.

Dalam penjelasannya, Dr. Reddy kembali mengingatkan bahwa buah memang sehat namun dapat menjadi penyebab masalah bila dicampur sembarangan. Ia menekankan bahwa kesalahan kombinasi dapat mengganggu sistem pencernaan yang akhirnya berdampak buruk bagi kesehatan secara menyeluruh.

Kombinasi Buah Tertentu Ternyata Berisiko Mengganggu Pencernaan

-Melon dan semangka dengan buah lainnya

Salah satu kesalahan paling umum adalah mencampur melon atau semangka dengan jenis buah lain dalam satu porsi. Dr. Reddy menjelaskan bahwa melon memiliki kandungan air yang sangat tinggi sehingga pencernaannya jauh lebih cepat dibandingkan buah lainnya.

Akibatnya, ketika melon dicampur dengan buah berbeda, proses pencernaan menjadi tidak seimbang dan menimbulkan ketidaknyamanan. Ia mengingatkan bahwa melon sebaiknya dikonsumsi secara terpisah agar tubuh dapat mencernanya dengan baik.

Menurut Dr. Reddy, melonsumsi melon bersama buah lain berpotensi memunculkan gangguan pencernaan seperti kembung atau perut bergas. Hal ini terjadi karena kandungan airnya menghambat proses pemecahan nutrisi dari buah lain yang lebih padat.

Ia menyarankan agar melon dimakan saat perut kosong atau tanpa kombinasi tambahan. Dengan cara itu, nutrisi buah tetap terserap maksimal dan tidak menimbulkan gangguan.

-Buah bertepung dicampur buah berprotein tinggi

Kombinasi pisang dengan buah tinggi protein seperti jambu biji, kiwi, aprikot kering, blackberry, atau alpukat juga harus dihindari. Dr. Reddy menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan kondisi asam untuk mencerna protein namun membutuhkan kondisi alkali untuk memecah pati pada pisang.

Perbedaan kebutuhan tersebut membuat proses pencernaan menjadi tidak optimal jika keduanya dimakan bersamaan. Hasilnya, pencernaan dapat terganggu dan memicu ketidaknyamanan pada lambung.

Dalam salad buah, perpaduan buah bertepung dan buah kaya protein sering ditemukan dan dianggap aman. Namun, kenyataannya kombinasi ini dapat membebani sistem pencernaan sehingga tubuh kesulitan menyesuaikan reaksinya.

Kondisi tersebut dapat memicu keluhan seperti gas berlebih, rasa penuh, atau gangguan metabolisme jika dikonsumsi secara berulang. Oleh karena itu, pemilihan buah yang serupa karakteristiknya menjadi lebih aman untuk dikombinasikan.

Paduan Buah Asam dan Manis yang Harus Dihindari

Buah asam atau sub-asam seperti stroberi, jeruk bali, delima, persik, dan apel sebaiknya tidak dikombinasikan dengan buah manis seperti pisang dan kismis. Dr. Reddy menegaskan bahwa ini adalah salah satu campuran terburuk yang sering dibuat tanpa disadari.

Penggabungan keduanya dapat menimbulkan reaksi negatif berupa mual, pencernaan lambat, sakit kepala, dan bahkan asidosis. Hal ini disebabkan oleh perbedaan waktu fermentasi dan pencernaan antara buah asam dan buah manis.

Buah asam lebih cepat difermentasi dalam tubuh dibandingkan dengan buah manis, sehingga ketika disatukan proses tersebut menjadi kacau. Jika kebiasaan ini dilakukan secara terus-menerus, tubuh dapat mengalami gangguan metabolik.

Kombinasi tersebut sering muncul dalam smoothies atau rujak buah, padahal tidak ideal bagi kesehatan pencernaan. Karena itu, pemilihan buah berdasarkan tingkat keasamannya perlu diperhatikan lebih baik.

-Pepaya dan lemon dalam satu hidangan

Pepaya dan lemon ternyata tidak disarankan untuk dikonsumsi bersamaan meskipun rasa asamnya dianggap menyegarkan. Dr. Reddy menegaskan bahwa kombinasi ini dapat menyebabkan gangguan seperti ketidakseimbangan hemoglobin atau bahkan anemia.

Kedua buah ini dapat menimbulkan risiko serius terutama bila dikonsumsi anak-anak. Ia mengingatkan bahwa meskipun pepaya kaya enzim pencernaan dan lemon penuh vitamin C, keduanya tetap tidak cocok jika dikombinasikan dalam satu waktu makan.

Reaksi kimia yang terjadi di saluran pencernaan dapat menurunkan penyerapan nutrisi tertentu. Oleh sebab itu, konsumsi pepaya dan lemon sebaiknya dipisahkan dalam jarak waktu yang cukup.

Kesehatan anak juga menjadi alasan penting mengapa kombinasi ini harus dihindari sepenuhnya. Karena sistem pencernaan anak lebih sensitif, kesalahan kombinasi dapat berdampak lebih besar.

Buah dan Sayuran Juga Tidak Selalu Cocok Dikombinasikan

Selain kombinasi buah sesama buah, mencampur buah dengan sayuran juga tidak selalu aman. Dr. Reddy menjelaskan bahwa kadar gula tinggi pada buah dapat menghambat proses pencernaan serat pada sayuran.

Contoh yang sering terjadi adalah mengonsumsi wortel dan jeruk secara bersamaan. Meskipun tampak sehat, perpaduan ini sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut.

Sayuran membutuhkan waktu dan proses khusus untuk dicerna secara optimal. Namun, gula sederhana pada buah dapat memicu fermentasi lebih cepat sehingga pencernaan sayuran menjadi terhambat.

Jika kondisi ini berulang, pencernaan dapat terganggu dan menyebabkan masalah seperti gas berlebih atau rasa kembung. Jadi, memahami karakteristik makanan menjadi penting untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Dr. Reddy menegaskan bahwa buah tetap merupakan sumber nutrisi penting seperti potasium, vitamin C, folat, dan antioksidan. Namun, konsumsi berlebihan atau kombinasi yang tidak tepat tetap berpotensi membahayakan.

Ia mengingatkan bahwa setiap buah memiliki komposisi berbeda sehingga perlakuannya pun tidak bisa disamaratakan. Dengan memperhatikan kombinasi yang aman, manfaat buah dapat diterima tubuh secara maksimal.

Kesadaran mengenai pola penggabungan makanan perlu ditingkatkan agar tidak hanya mengikuti pola konsumsi populer. Sebab, pola makan yang terlihat sehat belum tentu aman bila tidak dipahami secara utuh.

Terkini