Partisipasi Swasta dalam Magang Nasional Diproyeksikan Terus Naik Tahun 2025

Sabtu, 29 November 2025 | 08:02:21 WIB
Partisipasi Swasta dalam Magang Nasional Diproyeksikan Terus Naik Tahun 2025

JAKARTA - Upaya pemerintah mengoptimalkan kualitas pengalaman kerja bagi lulusan muda kembali mendapat dorongan kuat melalui penegasan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengenai pentingnya partisipasi sektor swasta dalam Program Magang Nasional. Ia mengungkapkan optimisme bahwa keterlibatan perusahaan swasta akan terus meningkat seiring meluasnya informasi kesempatan magang dan pemetaan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.

Menurut Yassierli, perkembangan program magang menunjukkan bahwa calon peserta semakin memahami peta peluang yang tersedia. Pada saat yang sama, perusahaan memiliki pertimbangan tersendiri sebelum membuka formasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pernyataan tersebut ia sampaikan ketika meninjau pelaksanaan magang di salah satu kantor PT Bank Negara Indonesia (BNI) (Persero) Tbk di Grha BNI Jakarta pada Jumat. Dalam kunjungan itu, ia juga melakukan dialog dengan peserta magang untuk mengetahui perkembangan proses pembelajaran mereka secara langsung.

Ia menilai bahwa posisi magang di BUMN sangat kompetitif sehingga lulusan kini mulai melirik peluang di perusahaan swasta. Pemerintah memandang perkembangan ini sebagai sinyal positif karena menunjukkan adanya pergeseran orientasi pencarian pengalaman kerja yang lebih beragam.

“Saya mendengar batch 2 itu sudah mulai banyak advice informal. Kalau bisa, kalau Anda cukup yakin pilih (tempat magang) ini, kalau enggak begini,” ujar Yassierli ketika menjelaskan strategi peserta dalam melihat peluang di berbagai perusahaan.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa calon peserta mulai menimbang opsi secara lebih matang sebelum menentukan tempat magang. Hal ini sekaligus membuat perusahaan swasta lebih terbuka untuk menambah formasi peserta magang karena melihat meningkatnya minat dari lulusan muda.

Pemerataan Akses Magang sebagai Prioritas Nasional

Untuk memperluas kesempatan, Kementerian Ketenagakerjaan mendorong pemerintah daerah agar mengoordinasikan pembukaan formasi melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Inisiatif ini dilakukan untuk memastikan bahwa lulusan dari daerah tidak perlu bermigrasi ke kota besar hanya untuk mendapatkan pengalaman kerja pertama.

“Kami menginginkan kesempatan ini merata. Tidak hanya ramai di kota besar,” ujar Yassierli ketika menjelaskan upaya pemerataan tersebut.

Ia menegaskan bahwa akses pengalaman kerja tidak boleh terkonsentrasi hanya di wilayah perkotaan karena dapat memperbesar ketimpangan kesempatan antara daerah. Pemerintah ingin memastikan bahwa program ini menjadi instrumen pemerataan yang memberikan dampak nyata bagi seluruh lulusan.

Program Magang Nasional sendiri merupakan kebijakan prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk mempersiapkan angkatan kerja melalui pengalaman kerja selama enam bulan di perusahaan. Melalui skema ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis tetapi juga memahami dinamika industri dan kebutuhan kompetensi terkini.

Skema tersebut dinilai mampu mempercepat proses rekrutmen di berbagai perusahaan. Hal ini terjadi karena perusahaan dapat menilai kinerja peserta secara langsung selama periode magang, sehingga proses seleksi menjadi lebih efisien.

Menurut pemerintah, pengalaman kerja selama enam bulan memberikan gambaran konkret bagi perusahaan untuk menilai kemampuan teknis, karakter kerja, serta potensi peserta dalam jangka panjang. Perusahaan juga dapat lebih mudah mengidentifikasi peserta dengan kinerja terbaik untuk dipertimbangkan dalam proses perekrutan formal.

Capaian Program dan Perkembangan Peserta di Tahun 2025

Hingga akhir November 2025, Program Magang Nasional telah menjaring sekitar 80 ribu peserta dalam dua batch. Jumlah tersebut mendekati target 100 ribu peserta yang ditetapkan pemerintah untuk dicapai hingga akhir tahun 2025.

Dalam waktu dekat, pelaksanaan batch ke-3 akan dirampungkan sebelum pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa skema pelatihan telah memberikan manfaat maksimal bagi peserta dan perusahaan.

“Kami terus memantau pelaksanaannya untuk memastikan manfaatnya optimal bagi peserta dan perusahaan,” ujar Yassierli. Ia menyampaikan bahwa Kemnaker berkomitmen memastikan setiap langkah pelaksanaan program berjalan sesuai rencana.

Pemantauan yang dilakukan mencakup kualitas pembelajaran, efektivitas pendampingan mentor, serta penyesuaian formasi magang dengan kebutuhan nyata perusahaan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan pengalaman kerja yang terstruktur dan relevan.

Tingginya animo peserta juga menunjukkan bahwa program ini diterima baik oleh lulusan. Peserta kini tidak hanya fokus pada BUMN tetapi juga mulai aktif mencari peluang di sektor swasta karena peluangnya semakin terbuka.

Perusahaan swasta pun melihat potensi untuk mendapatkan talenta baru melalui skema magang. Dengan adanya pemetaan kebutuhan tenaga kerja yang lebih jelas, perusahaan dapat mengajukan formasi magang yang sesuai dengan kebutuhan departemen mereka.

Perkembangan ini menjadi indikator bahwa hubungan antara dunia pendidikan dan industri semakin harmonis. Program Magang Nasional membantu menjembatani kesenjangan kompetensi yang selama ini menjadi tantangan bagi angkatan kerja muda.

Prospek Peningkatan dan Penguatan Kolaborasi di Masa Mendatang

Optimisme pemerintah terhadap meningkatnya partisipasi perusahaan swasta didasarkan pada tren keterlibatan yang mulai tampak dalam dua batch pertama. Perusahaan melihat program ini sebagai peluang untuk memperoleh tenaga terlatih yang siap dipertimbangkan untuk direkrut.

Perusahaan swasta mulai memahami manfaat jangka panjang dari berpartisipasi dalam program magang nasional. Mereka menilai bahwa proses pembinaan selama enam bulan memberi mereka kesempatan membentuk talenta sesuai kebutuhan industri.

Selain itu, meluasnya informasi tentang program menjadikan calon peserta lebih percaya diri dalam memilih tempat magang. Peserta mulai mempertimbangkan reputasi perusahaan, bidang kerja, dan peluang karier setelah program berakhir.

Pemerintah berharap pola ini terus berkembang sehingga akses magang menjadi lebih menyebar ke berbagai sektor dan wilayah. Keterlibatan BUMD dan BLUD juga diharapkan membuka peluang lebih luas bagi lulusan di daerah.

Dalam jangka panjang, Program Magang Nasional diarahkan menjadi sistem pembelajaran vokasional yang berkelanjutan. Pemerintah ingin memastikan bahwa pengalaman magang ini tidak hanya menjadi formalitas tetapi memberikan nilai tambah nyata.

Kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, perusahaan swasta, BUMN, serta pemerintah daerah menjadi faktor utama keberhasilan program. Dengan skema yang semakin kuat, program ini diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja yang lebih siap bertanding di pasar kerja.

Tantangan ke depan adalah meningkatkan kualitas pembinaan dan memperluas jaringan perusahaan yang siap menjadi mitra magang. Pemerintah optimistis bahwa target tersebut dapat dicapai melalui koordinasi yang lebih intensif.

Terkini