Ratu Maxima Soroti Pentingnya Hunian Layak dan Literasi Finansial bagi Warga Berpenghasilan Rendah

Sabtu, 29 November 2025 | 08:02:11 WIB
Ratu Maxima Soroti Pentingnya Hunian Layak dan Literasi Finansial bagi Warga Berpenghasilan Rendah

JAKARTA - Kualitas hunian subsidi kembali menjadi sorotan internasional ketika Ratu Belanda Maxima van Oranje melakukan peninjauan langsung ke Perumahan Grand Harmoni Cibitung pada Rabu, 26 November 2025. Kunjungan tersebut memperlihatkan betapa pentingnya hubungan antara akses hunian, kesehatan keuangan, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat berpenghasilan rendah.

Sebagai Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kesehatan Finansial (UNSGSA), Ratu Maxima ingin memastikan bahwa konsep hunian terjangkau benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat yang paling membutuhkan. Fokus peninjauan itu tidak hanya pada bangunan fisik tetapi juga pada kondisi finansial para penerima manfaat.

Agenda tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Ratu Maxima di Indonesia yang berlangsung pada 24 sampai 27 November 2025. Selama berada di Indonesia, ia bertemu dengan pemerintah, lembaga keuangan, komunitas, dan berbagai pelaku ekosistem untuk memperkuat inklusi keuangan nasional.

Peninjauan di Cibitung memberikan kesempatan bagi Ratu Maxima untuk memahami bagaimana akses pembiayaan rumah dapat memengaruhi stabilitas finansial keluarga. Ia ingin melihat langsung bagaimana proses pembelian rumah berlangsung mulai dari bank hingga konsumen.

Dalam kunjungan itu, manajemen Bank Tabungan Negara (BTN) ikut mendampingi rombongan dan memberikan penjelasan mengenai proses pembiayaan. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa tujuan kunjungan adalah memahami interaksi antara bank, pengembang, dan pembeli hingga proses akad kredit berlangsung.

Nixon menyebutkan bahwa kehadiran Ratu Maxima menegaskan pentingnya integrasi antara sektor perbankan dan pengembang dalam menyediakan hunian yang terjangkau dan berkualitas. Menurutnya, kunjungan tersebut memperlihatkan komitmen internasional dalam mendukung akses perumahan layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pengembang Soroti Standar Kualitas Hunian dan Pencapaian Penyaluran Kredit

Perumahan Grand Harmoni Cibitung dibangun di atas lahan seluas 60 hektare dengan konsep hunian modern namun tetap ramah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Hingga saat ini, sebanyak 1.400 unit sudah rampung dari total rencana 5.500 unit.

Pihak pengembang, Vista Land Group, menyambut baik kunjungan Ratu Maxima ke lokasi tersebut. Direktur Vista Land Group, Esther Kristiany Hadi, mengatakan bahwa penilaian positif dari Ratu Maxima menjadi motivasi kuat untuk semakin meningkatkan kualitas hunian yang disediakan.

Esther menekankan bahwa rumah subsidi yang dibangun Vista Land selalu mengedepankan standar kualitas sesuai regulasi. Seluruh unit memanfaatkan material greenbrick yang ramah lingkungan dan memiliki ventilasi yang mencapai 30 persen dari total luas bangunan.

Pengembang juga memastikan rumah siap huni tanpa memerlukan renovasi tambahan, termasuk bagian belakang rumah yang telah ditutup untuk mengurangi pengeluaran ekstra bagi pembeli. Kebijakan ini membantu meringankan beban keuangan awal bagi masyarakat yang membeli rumah dengan skema subsidi.

Selain itu, Esther menjelaskan capaian perusahaan dalam penyaluran pembiayaan perumahan sepanjang tahun berjalan. “Tahun ini kami sudah merealisasikan akad kredit 4.000 rumah dari target 5.000 unit, termasuk hunian komersial,” ujar Esther.

Ia juga berharap pengembangan perumahan subsidi terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar kebutuhan rumah layak masyarakat dapat terpenuhi. Vista Land berkomitmen menjaga kualitas dan aksesibilitas hunian untuk mendukung kebutuhan warga di berbagai daerah.

Ratu Maxima Ingatkan Pentingnya Literasi Finansial Setelah Pembelian Rumah

Dalam kesempatan itu, Ratu Maxima menyoroti pentingnya edukasi keuangan bagi masyarakat yang baru saja mendapatkan akses pembiayaan perumahan. Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar bukan hanya mendapatkan rumah tetapi memastikan kondisi finansial tetap stabil setelah proses pembelian.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami cara mengelola pendapatan dengan bijak agar pembayaran angsuran tidak mengganggu kebutuhan pokok. Ia mengingatkan bahwa kemampuan membedakan kebutuhan harian dari kewajiban kredit merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap pemilik rumah.

Ratu Maxima juga menekankan pentingnya budaya menabung untuk menjaga ketahanan finansial keluarga. Ia mengingatkan bahwa tabungan dapat berperan sebagai cadangan untuk mengantisipasi kondisi darurat tanpa mengganggu kewajiban angsuran rumah.

Selain itu, ia memberikan peringatan kepada masyarakat agar mewaspadai pinjaman daring berbunga tinggi. Pinjaman semacam itu dapat menjerumuskan keluarga dalam masalah finansial baru jika tidak dikelola secara hati-hati.

Ratu Maxima menilai Perumahan Grand Harmoni Cibitung telah menunjukkan upaya baik dalam menghadirkan kawasan hunian yang layak dan mendukung kualitas hidup warga. Ia memberikan perhatian khusus terhadap aspek ramah lingkungan seperti pengelolaan sampah dan fasilitas yang disediakan bagi penghuni.

Kawasan tersebut dianggapnya memiliki nilai strategis karena tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga mendukung perkembangan masyarakat dari sisi ekonomi dan sosial. Ia menilai keseimbangan tersebut sangat penting bagi keberlanjutan program perumahan bersubsidi.

Lebih jauh, kunjungan ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana hunian terjangkau dapat dikaitkan langsung dengan inklusi keuangan. Ratu Maxima melihat bahwa stabilitas finansial masyarakat akan lebih mudah dicapai apabila akses perumahan dan layanan keuangan diperkuat secara bersamaan.

Kunjungan tersebut juga memperlihatkan komitmen internasional dalam mendukung program perumahan pemerintah. Kehadiran sosok penting seperti Ratu Maxima menunjukkan bahwa isu hunian terjangkau menjadi perhatian global yang memerlukan kerja sama lintas negara.

Selama berada di Indonesia, agenda kerja Ratu Maxima menegaskan komitmen PBB dalam mendukung berbagai negara meningkatkan kesehatan finansial masyarakatnya. Ia menilai bahwa kerja sama antara lembaga keuangan, pemerintah, dan sektor swasta menjadi kunci untuk mencapai akses keuangan yang lebih inklusif.

Rangkaian kunjungan itu memberikan dampak positif terhadap program-program nasional yang mendukung masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan peninjauan langsung ke lapangan, fokus terhadap kualitas, aksesibilitas, dan edukasi finansial dapat diperkuat di masa mendatang.

Terkini