Investasi Hilirisasi Kelapa Bernilai Triliunan Diproyeksikan Dongkrak Ketenagakerjaan Nasional

Kamis, 27 November 2025 | 09:35:45 WIB
Investasi Hilirisasi Kelapa Bernilai Triliunan Diproyeksikan Dongkrak Ketenagakerjaan Nasional

JAKARTA - Pemerintah semakin memperkuat fokus pada hilirisasi sebagai mesin baru penggerak ekonomi nasional. Upaya ini terlihat dari rencana investasi besar dalam industri kelapa yang terus menunjukkan progres positif sepanjang 2025.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menuturkan bahwa proyek hilirisasi kelapa bernilai US$100 juta tengah memasuki tahap penting. Proyek tersebut ditargetkan menyelesaikan fase pertamanya pada akhir tahun ini.

Investasi senilai sekitar Rp1,66 triliun itu digagas oleh kolaborasi perusahaan besar asal Tiongkok dengan konsorsium Indonesia dan mitra lainnya dari China. Perusahaan utama yang terlibat adalah Zhejiang FreeNow Food Co. Ltd, produsen turunan kelapa terbesar di Tiongkok.

Rosan menjelaskan bahwa hilirisasi kelapa akan dibangun dalam tiga fase yang direncanakan berlangsung bertahap hingga tahun depan. Setiap fase diharapkan membawa dampak besar dalam struktur industri dan penyerapan tenaga kerja.

Ia menegaskan bahwa proyek fase pertama yang rampung tahun ini mampu membuka lapangan kerja bagi sekitar 5.000 orang. Ketika seluruh tiga fase selesai pada tahun depan, jumlah tenaga kerja yang terserap dapat mencapai 10.000 orang.

“Ini sudah mulai konstruksi. Memang investasinya hanya US$100 juta terdiri dari tiga fase. Satu fase sudah selesai tahun ini," ujarnya dalam Kompas 100 CEO Forum di Tangerang.

Rosan menambahkan bahwa jika seluruh pembangunan rampung pada tahun depan, maka potensi serapan tenaga kerja bisa meningkat signifikan. Ia menilai kapasitas 10.000 tenaga kerja merupakan angka yang sangat strategis bagi daerah yang menjadi lokasi proyek.

Menurutnya, hilirisasi kini menjadi bagian penting dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi menuju target 8%. Kontribusi hilirisasi telah mencapai sekitar 30% dari total nilai investasi yang masuk ke Indonesia.

Pemerintah melihat bahwa perkembangan tersebut menjadi sinyal bahwa hilirisasi sudah menjadi pilar utama pembangunan industri. Model pengembangan yang berbasis nilai tambah dianggap membawa dampak lebih inklusif dibandingkan ekspor bahan mentah.

Kinerja Investasi Hilirisasi Terus Menguat di 2025

Berdasarkan data yang dihimpun BKPM, nilai investasi hilirisasi selama Januari–September 2025 mencapai Rp431,4 triliun. Angka ini mencatatkan kenaikan 58,1% secara tahunan.

Namun, Rosan mengakui bahwa sebagian besar investasi tersebut masih terkonsentrasi pada sektor mineral, terutama nikel. Hal ini menunjukkan bahwa hilirisasi non-mineral masih membutuhkan dorongan tambahan untuk mencapai porsi ideal.

“Walaupun memang hilirisasi lebih banyak di mineral, khususnya nikel. Kita sekarang akan dorong untuk non-mineral, di perkebunan atau kelautan,” tutur Rosan.

Ia menyebutkan bahwa pengembangan hilirisasi di sektor non-mineral sangat penting untuk menciptakan pemerataan ekonomi. Sektor-sektor seperti kelapa, perikanan, dan perkebunan dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih jauh.

Dorongan pemerintah terhadap hilirisasi kelapa menjadi salah satu langkah nyata membuka peluang investasi baru. Industri kelapa memiliki potensi besar karena Indonesia merupakan salah satu produsen kelapa terbesar di dunia.

Dengan hilirisasi yang tepat, produk turunan kelapa seperti minyak kelapa, santan, tepung kelapa, hingga produk kecantikan bisa memberikan nilai tambah tinggi. Pengembangan rantai pasok ini juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi daerah.

Selain itu, Rosan mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp13.032 triliun dalam lima tahun ke depan. Nilai tersebut dihitung berdasarkan estimasi kebutuhan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.

Ia menegaskan bahwa kebutuhan investasi ini merupakan angka yang diberikan berdasarkan perhitungan matang Kementerian PPN/Bappenas. Perhitungan tersebut mempertimbangkan berbagai parameter makroekonomi yang sedang dibentuk pemerintah.

“Ini adalah angka yang diberikan kepada kami dalam rangka mencapai pertumbuhan 8%. Tentunya masih ada pekerjaan rumah yang harus kita lakukan,” kata Rosan.

Realisasi Investasi Tetap Meningkat di Tengah Tantangan Global

Hingga September 2025, total realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.434,3 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan 13,7% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Namun, realisasi itu baru mencapai 75,3% dari target tahun 2025 yang dipatok sebesar Rp1.905,6 triliun. Pemerintah tetap optimistis bahwa target tersebut dapat dikejar melalui percepatan proyek strategis dan penyelesaian hambatan lapangan.

Rosan menegaskan bahwa akselerasi investasi merupakan prioritas utama untuk menjaga momentum ekonomi. Pemerintah juga terus berupaya memperbaiki regulasi serta meminimalkan hambatan birokrasi untuk menciptakan iklim investasi yang lebih sehat.

Ia menambahkan bahwa proyek hilirisasi kelapa yang sedang berjalan merupakan bukti komitmen pemerintah dalam memperluas sektor industri bernilai tambah. Investasi seperti ini diharapkan dapat membuka peluang bagi daerah-daerah penghasil kelapa di Indonesia.

Upaya tersebut juga dianggap dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produksi turunan kelapa secara global. Konsumen dunia semakin membutuhkan produk turunan kelapa untuk industri makanan, minuman, hingga kosmetik.

Jika seluruh proyek berjalan sesuai rencana, industri kelapa Indonesia akan semakin kompetitif di pasar internasional. Pemerintah berharap lebih banyak investor tertarik berpartisipasi dalam pengembangan sektor yang potensial ini.

Di sisi lain, kehadiran perusahaan besar seperti Zhejiang FreeNow Food Co. Ltd menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi tujuan menarik bagi investor asing. Kolaborasi antara perusahaan China dan konsorsium lokal mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Dengan perkembangan ini, pemerintah optimistis bahwa hilirisasi non-mineral akan menjadi pilar industri masa depan. Pembangunan yang merata di berbagai sektor diharapkan dapat menciptakan keseimbangan ekonomi yang lebih inklusif.

Hilirisasi dan Harapan Ekonomi Jangka Panjang Indonesia

Proyek hilirisasi kelapa bernilai US$100 juta hanya satu contoh kecil dari arah baru ekonomi Indonesia. Pemerintah menargetkan bahwa industrialisasi berbasis hilirisasi akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan jangka panjang.

Rosan juga menegaskan bahwa sektor non-mineral harus mendapat porsi lebih besar dalam strategi hilirisasi nasional. Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat beragam dan mampu menghasilkan nilai tambah tinggi jika dikelola dengan tepat.

Ia menekankan bahwa pemerintah akan terus mempercepat koordinasi lintas kementerian dan lembaga demi mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut. Hilirisasi menjadi core strategy yang tidak hanya fokus pada pendapatan tetapi juga penciptaan lapangan kerja.

Dengan potensi penyerapan 10.000 tenaga kerja dari proyek ini, manfaat ekonomi yang tercipta diperkirakan akan merembet ke sektor-sektor lainnya. Pemerintah berharap dampaknya akan terasa hingga ke tingkat desa dan daerah penghasil kelapa.

Ke depan, Indonesia memasuki babak baru pembangunan industri manufaktur berbasis nilai tambah. Hilirisasi kelapa menjadi simbol dari transformasi ekonomi nasional yang terus digalakkan.

Terkini