PT Dirgantara Indonesia Siapkan Pesawat N219 untuk Pasar Komersial Nasional

Rabu, 26 November 2025 | 13:00:41 WIB
PT Dirgantara Indonesia Siapkan Pesawat N219 untuk Pasar Komersial Nasional

JAKARTA - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kini menargetkan N219 tidak hanya untuk kebutuhan militer, tetapi juga untuk penerbangan komersial. Pesawat twin otter ini diharapkan menghubungkan daerah-provinsi terpencil sekaligus mendukung pengangkutan kargo.

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, mengatakan saat ini pengembangan N219 tengah berlangsung di Kepulauan Riau. Sambil menyiapkan pesawat, PTDI juga membentuk SDM bersertifikasi melalui Aircraft Maintenance Training Organization (AMTO).

Fungsi Pesawat N219 untuk Daerah Terpencil

N219 mampu menampung 19 penumpang dan mendarat di bandara perintis dengan landasan kurang dari satu kilometer. Kemampuan ini membuatnya ideal untuk bandara yang belum beraspal di wilayah terpencil.

Di Kepulauan Riau, PTDI menargetkan 10 titik yang dapat diakses N219. Sementara di Bali, terutama Bali Utara, pesawat ini akan menjadi bagian dari hub untuk wilayah Indonesia Timur.

Pengembangan SDM dan Ekosistem Dirgantara

PTDI menekankan pentingnya membangun kepercayaan bahwa pesawat buatan anak bangsa ini siap bersaing. Pengembangan SDM lokal yang bersertifikasi menjadi kunci agar operasional N219 berjalan optimal dan mendukung ekosistem dirgantara nasional.

Bandara Letkol Wisnu di Bali Utara dipersiapkan sebagai pusat pengembangan ekosistem ini. Dengan landasan sepanjang 900 meter, bandara ini dapat menampung N219 dan berpotensi menjadi hub penerbangan amfibi.

Produksi Militer dan Rencana Komersial

Hingga kuartal III-2025, PTDI telah memproduksi enam unit N219 untuk TNI AD. Rencana ke depan mencakup 30 unit tambahan untuk kebutuhan militer, sekaligus persiapan versi amfibi yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Harga satu unit N219 mencapai 8,9 juta dolar AS. Setelah kontrak dimulai, pesawat ini akan diproduksi untuk pasar komersial, sehingga dapat menghubungkan daerah terpencil sekaligus mendukung pengangkutan kargo nasional.

Terkini