JAKARTA - Lini asuransi properti kembali menjadi penyumbang terbesar pendapatan premi industri asuransi umum. Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat nilai premi mencapai Rp 24,75 triliun atau meningkat 5,4% secara Year on Year (YoY) hingga kuartal III-2025.
Kontribusi ini mencapai 29,2% dari total pendapatan premi asuransi umum yang menembus Rp 84,72 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa sektor properti tetap menjadi andalan bagi industri asuransi.
Faktor Pendorong Kinerja Asuransi Properti
Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik dan Riset, Trinita Situmeang, menyebut kesadaran korporasi menjadi salah satu faktor utama. Perusahaan melakukan transfer risiko melalui asuransi properti sebagai bagian dari strategi manajemen risiko mereka.
Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana di wilayah ring of fire meningkatkan permintaan asuransi properti. Hal ini menjadikan lini asuransi ini semakin penting dan berdampak positif terhadap kinerja industri.
Pengaruh Aktivitas Properti dan Konstruksi
Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, menambahkan, aktivitas sektor properti dan konstruksi turut mendorong pertumbuhan asuransi properti. Permintaan untuk produk asuransi harta benda meningkat baik dari segmen korporasi maupun individu.
Semakin banyak proyek properti baru dan pembangunan infrastruktur menciptakan kebutuhan proteksi yang lebih luas. Hal ini membantu lini asuransi properti tetap stabil dan menarik bagi masyarakat maupun perusahaan.
Klaim dan Tantangan Industri
Meskipun premi meningkat, klaim yang dibayarkan oleh asuransi properti tercatat Rp 5,42 triliun per kuartal III-2025. Angka ini menurun 2,9% secara YoY, menunjukkan bahwa frekuensi klaim sedikit berkurang dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan klaim sekaligus menjadi sinyal bahwa manajemen risiko mulai diterapkan lebih baik oleh pemegang polis. Industri asuransi pun tetap optimistis menghadapi tantangan ke depan dengan memperkuat lini properti sebagai penopang utama pendapatan.