Pertumbuhan Premi Pesawat Jasindo Tembus 4,97 Persen Sambut Ekspansi Maskapai

Rabu, 26 November 2025 | 10:58:34 WIB
Pertumbuhan Premi Pesawat Jasindo Tembus 4,97 Persen Sambut Ekspansi Maskapai

JAKARTA - PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) mencatatkan premi asuransi rangka pesawat meningkat 4,97% secara tahunan (year on year/YoY) hingga Oktober 2025. Sekretaris Perusahaan Jasindo, Brellian Gema Widayana, menyatakan nilai premi mencapai Rp185,6 miliar dibandingkan Rp176,8 miliar pada periode sama tahun sebelumnya, menunjukkan tren positif lini bisnis penerbangan.

Untuk memperluas penetrasi pasar dan meningkatkan layanan, Jasindo menerapkan program Risk Management Partnership (RMP). Melalui program ini, perusahaan memperkuat kapabilitas tenaga pemasaran sekaligus menghadirkan analisis risiko yang sesuai kebutuhan tertanggung.

Strategi RMP memastikan setiap layanan asuransi tetap mengedepankan prinsip Governance, Risk, and Compliance (GRC). Brellian menekankan, pendekatan ini tak hanya memperkuat kinerja lini penerbangan, tetapi juga mendukung ekosistem penerbangan nasional yang aman dan kompetitif di tingkat global.

Pertumbuhan premi ini bertepatan dengan rencana maskapai menambah armada dan frekuensi penerbangan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kementerian Perhubungan pun mendorong maskapai, termasuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., untuk meningkatkan kapasitas angkutan udara melalui tambahan jadwal (extra flight) maupun pesawat berkapasitas lebih besar.

Asuransi Rangka Pesawat Sebagai Penopang Ekspansi Maskapai

Menurut pakar asuransi senior Julian Noor, pertumbuhan asuransi rangka pesawat berkaitan erat dengan jumlah armada maskapai. “Kalau menambah pesawat, jumlah asuransi rangka pesawat juga bertambah, tapi kalau hanya menambah frekuensi penerbangan tidak memengaruhi premi,” ujarnya.

Julian menambahkan, praktik asuransi pesawat di Indonesia biasanya melibatkan pasar global. Harga pesawat yang tinggi dan jumlah unit terbatas membuat risiko tidak dapat dikelola optimal secara domestik, sehingga sebagian besar risiko dialihkan ke perusahaan reasuransi internasional.

Mekanisme ini dikenal dengan prinsip “the law of the large number”, di mana risiko baru bisa diasuransikan jika jumlah unit cukup banyak. Dengan jumlah pesawat terbatas, pasar domestik sulit menyediakan cakupan risiko yang memadai, sehingga kolaborasi dengan reasuransi global menjadi penting.

Di sisi lain, Jasindo tetap bisa mengeluarkan polis rangka pesawat dan menjamin sebagian risiko melalui perusahaan reasuransi lokal maupun internasional. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menawarkan perlindungan menyeluruh sambil menjaga stabilitas keuangan dan kapasitas klaim.

Strategi Jasindo untuk Menghadapi Tantangan Pasar dan Ekspansi

Selain meningkatkan premi, Jasindo menekankan inovasi layanan sebagai kunci penetrasi pasar yang lebih luas. Strategi ini mencakup penyediaan layanan analisis risiko yang lebih presisi untuk mendukung kebutuhan maskapai dan operator penerbangan.

Brellian menegaskan, pendekatan tersebut tidak hanya menjaga pertumbuhan premi, tetapi juga memperkuat kontribusi Jasindo terhadap keselamatan dan daya saing industri penerbangan. Layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan tertanggung diharapkan mampu menciptakan ekosistem penerbangan yang lebih andal.

Seiring maskapai menyiapkan ekspansi armada, lini asuransi rangka pesawat diprediksi akan terus tumbuh. Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi industri penerbangan nasional, sekaligus memperkuat posisi Jasindo sebagai penjamin risiko penerbangan terkemuka.

Pelaku industri menilai tren ini sebagai momentum strategis untuk memperluas cakupan asuransi. Dengan dukungan program RMP dan integrasi praktik global, Jasindo siap menghadapi tantangan ekspansi maskapai di tengah dinamika industri penerbangan nasional dan internasional.

Terkini