United Tractors Perkuat Transisi Energi Indonesia Lewat PLTM Besai Kemu Lampung

Rabu, 26 November 2025 | 10:06:31 WIB
United Tractors Perkuat Transisi Energi Indonesia Lewat PLTM Besai Kemu Lampung

JAKARTA - United Tractors (UT) terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung transisi energi nasional. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Besai Kemu di Kabupaten Way Kanan, Lampung.

PLTM Besai Kemu dikelola oleh PT Energia Prima Nusantara (EPN) dan PT Uway Energi Perdana (UEP) dengan kapasitas 2 × 3,5 MW. Pembangkit ini mampu menghasilkan listrik sekitar 33,4 GWh per tahun, setara dengan kebutuhan listrik 16.000–22.000 rumah tangga.

Pasokan listrik dari PLTM Besai Kemu disalurkan kepada PT PLN (Persero) dan mendukung ketahanan energi daerah. Dengan kapasitas ini, masyarakat lokal dapat menikmati listrik yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Menurut Direktur EPN, Boy Gemino Kalauserang, pembangunan pembangkit ini merupakan bagian strategi UT menuju masa depan rendah karbon. “PLTM Besai Kemu adalah contoh nyata dukungan kami terhadap transisi energi nasional,” ujarnya pekan lalu.

Pembangkit ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia energi, tetapi juga berkontribusi mengurangi emisi karbon. Pemanfaatan sumber daya air secara berkelanjutan menjadi salah satu fokus utama dalam setiap tahap operasional.

Kolaborasi dengan Masyarakat Lokal

Selain mengoperasikan pembangkit, UT juga melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial. Salah satunya adalah penanaman pohon dan pembagian 100 bibit pohon buah seperti mangga dan durian kepada warga Desa Kemu dan desa sekitar.

Presiden Direktur UEP, Asep Iwan Gunawan, menegaskan bahwa pengembangan energi terbarukan harus sejalan dengan pemberdayaan masyarakat. “Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga komitmen membangun hubungan jangka panjang dengan masyarakat sekitar,” katanya.

Kegiatan ini melibatkan jajaran manajemen UT, perwakilan pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. Kehadiran Camat Banjit, Nasrullah Ali, beserta kepala kampung setempat menegaskan pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan warga lokal.

Langkah ini memperlihatkan bahwa transformasi energi bukan hanya program perusahaan, tetapi juga inisiatif bersama. Melalui sinergi dengan masyarakat, UT berharap dampak sosial dan ekonomi dari proyek energi terbarukan dapat lebih terasa.

Peran PLTM Besai Kemu dalam Ketahanan Energi

PLTM Besai Kemu menjadi contoh konkret bagaimana energi terbarukan bisa mendukung ketahanan listrik di daerah. Dengan kapasitasnya, pembangkit ini mampu memasok listrik yang cukup untuk ribuan rumah setiap tahun.

Boy Gemino Kalauserang menambahkan bahwa pembangkit ini sejalan dengan strategi UT dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Selain itu, pemanfaatan minihidro dianggap lebih ramah lingkungan dan memiliki jejak karbon rendah.

PLTM Besai Kemu juga menjadi bagian dari portofolio energi terbarukan UT yang lebih luas. Perusahaan mengembangkan proyek PLTS atap dengan total kapasitas 17,3 MWp, proyek microgrid hybrid dengan BESS, serta pembangkit berbasis air dan panas bumi.

Portofolio ini menunjukkan kesiapan UT untuk memasuki era energi bersih secara menyeluruh. Dengan berbagai jenis pembangkit, UT menekankan diversifikasi energi sebagai strategi utama dalam mendukung transisi energi nasional.

Transformasi Energi dan Masa Depan Rendah Karbon

Transformasi energi di UT bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang sudah berjalan. Boy Gemino menegaskan bahwa publik dapat melihat implementasi strategi ini langsung di lapangan.

Perusahaan juga tengah menjajaki PPA untuk PLTSa Legok Nangka berkapasitas 40 MW. Proyek ini menegaskan fokus UT pada pengembangan energi terbarukan berbasis sinergi antara teknologi, lingkungan, dan masyarakat.

Inisiatif UT di Lampung sekaligus menjadi contoh bagaimana perusahaan bisa berperan dalam mencapai target Net Zero Emissions (NZE). Penggunaan minihidro, PLTS atap, dan microgrid hybrid menunjukkan komitmen UT dalam mengurangi emisi karbon secara nyata.

Selain mendukung ketahanan energi nasional, UT menekankan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari proyek energi terbarukan. Kolaborasi ini menciptakan nilai tambah yang dirasakan langsung oleh warga sekitar, sekaligus memperkuat hubungan sosial perusahaan.

Pengembangan PLTM Besai Kemu dan proyek lain menunjukkan bahwa UT tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga memikirkan keberlanjutan lingkungan dan sosial. Pendekatan ini sejalan dengan tren global perusahaan untuk berkontribusi pada ekonomi rendah karbon.

Dengan strategi ini, UT menegaskan posisi sebagai perusahaan energi terbarukan terkemuka di Indonesia. Transformasi energi yang melibatkan masyarakat dan teknologi modern menjadi bukti nyata bahwa masa depan energi bersih sedang dibangun hari ini.

Terkini