Merdeka Battery Materials Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp3,1 Triliun untuk Refinancing

Rabu, 26 November 2025 | 10:05:37 WIB
Merdeka Battery Materials Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp3,1 Triliun untuk Refinancing

JAKARTA - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) bakal menerbitkan obligasi dan sukuk mudharabah dalam waktu dekat untuk memperkuat struktur pembiayaan perusahaan. Berdasarkan prospektus, perusahaan akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Merdeka Battery Materials Tahap III Tahun 2025 dengan total pokok Rp 2,10 triliun.

Obligasi diterbitkan tanpa warkat dan dibagi dalam dua seri, Seri A senilai Rp 982,15 miliar dengan bunga tetap 7,50% per tahun selama tiga tahun, dan Seri B senilai Rp 1,12 triliun dengan bunga tetap 8,25% per tahun untuk jangka waktu lima tahun. Pembayaran bunga dilakukan setiap kuartal, dengan pelunasan pokok secara penuh (bullet payment) saat jatuh tempo.

Selain obligasi, MBMA juga menawarkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025 sebesar Rp 1 triliun. Sukuk ini terbagi dua seri, Seri A senilai Rp 379 miliar dengan nisbah bagi hasil 11,54% atau indikasi setara 7,50% per tahun, dan Seri B Rp 621 miliar dengan nisbah 12,69% atau indikasi 8,25% per tahun.

Pendapatan bagi hasil sukuk dibayarkan setiap tiga bulan, dengan pembayaran pertama 9 Maret 2026. Pelunasan dana pokok sukuk masing-masing seri dilakukan penuh saat jatuh tempo, yakni 9 Desember 2028 untuk Seri A dan 9 Desember 2030 untuk Seri B.

Masa penawaran berlangsung pada 3–4 Desember 2025, penjatahan dilakukan 5 Desember, dan pengembalian dana pemesanan serta distribusi elektronik pada 9 Desember. Obligasi dan sukuk ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 10 Desember 2025.

Refinancing Pinjaman Fasilitas B Senilai US$121 Juta

Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi sebagian besar akan digunakan untuk membayar dipercepat seluruh pokok utang Fasilitas B MBMA senilai US$121 juta. Saldo pinjaman ini tercatat pada 21 November 2025 setara Rp 2,03 triliun, dengan jatuh tempo 30 Januari 2026.

Manajemen MBMA menegaskan, setelah pembayaran dipercepat, saldo Fasilitas B akan menjadi nihil. Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur permodalan dan mengurangi beban bunga di masa mendatang.

Sisa dana obligasi akan dialokasikan untuk modal kerja perusahaan, termasuk biaya karyawan, jasa profesional, pajak, dan pembayaran bunga fasilitas kredit US$250 juta untuk periode November 2025 hingga tanggal pelunasan dipercepat.

Penggunaan dana ini diharapkan menjaga kelancaran operasi perusahaan sekaligus memberikan fleksibilitas keuangan untuk ekspansi dan pengembangan fasilitas produksi tembaga. Strategi refinancing ini sekaligus menegaskan komitmen MBMA menjaga kesehatan keuangan jangka menengah.

Pemanfaatan Dana Sukuk untuk Pengembangan Anak Perusahaan

Sementara itu, seluruh dana sukuk setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk pembiayaan melalui akad mudharabah kepada anak perusahaan PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI). MTI akan memanfaatkan sekitar US$50 juta atau Rp 837,1 miliar untuk membayar seluruh pokok pinjaman yang sebelumnya digunakan membiayai pembangunan fasilitas pengolahan tembaga.

Dana ini ditujukan untuk mendukung perancangan, pengadaan, konstruksi, dan pengembangan fasilitas agar mampu menghasilkan tembaga siap ekspor. Selain itu, sisa dana sukuk akan dipakai untuk keperluan korporasi umum MTI, termasuk modal kerja, biaya operasional, pajak, dan biaya jasa profesional.

Manajemen MBMA menegaskan langkah ini akan memperkuat efisiensi operasional dan mendukung ekspansi kapasitas produksi. Strategi ini sekaligus menunjukkan keberlanjutan pertumbuhan perusahaan di sektor baterai dan logam dasar.

Penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk MBMA antara lain PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Sucor Sekuritas, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, dan PT Kay Hian Sekuritas. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat untuk seluruh emisi.

Dengan strategi ini, MBMA memastikan pembiayaan jangka menengah dan panjang berjalan efisien sekaligus mendukung pengembangan fasilitas produksi tembaga dan baterai. Penerbitan obligasi dan sukuk sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi fluktuasi pasar dan kebutuhan investasi yang meningkat.

Terkini