Lippo Karawaci Raih Marketing Sales Rp4,02 Triliun Lewat Rumah Tapak dan Proyek Premium

Rabu, 26 November 2025 | 10:05:14 WIB
Lippo Karawaci Raih Marketing Sales Rp4,02 Triliun Lewat Rumah Tapak dan Proyek Premium

JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) membukukan marketing sales Rp4,02 triliun hingga September 2025, atau setara 64% dari target tahunan Rp6,25 triliun. CEO Grup Lippo Indonesia, John Riady, menyebut pencapaian ini didorong tingginya permintaan hunian tapak terjangkau dan premium yang menyumbang 70% dari total pra-penjualan.

Strategi perusahaan yang memadukan perumahan terjangkau dengan proyek premium terbukti efektif dalam memperkuat struktur permodalan. Serah terima unit tepat waktu dan eksekusi proyek disiplin turut mendukung pertumbuhan penjualan sekaligus pengurangan utang yang berkelanjutan.

Produk LPKR diminati pembeli rumah pertama (first-time buyers) dan end-user yang mencari hunian berkualitas sekaligus nilai investasi tinggi. Dua proyek unggulan, Park Serpong tahap 4 & 5 dan Metropolis Marq Estate di Kota Tangerang, menjadi pendorong utama pencapaian ini.

Segmen real estat mencatat pendapatan Rp5,5 triliun atau tumbuh 74% year-on-year (YoY) dari tahun sebelumnya. EBITDA mencapai Rp843 miliar berkat efisiensi operasional dan eksekusi proyek yang optimal.

Perseroan mencatat laba bersih setelah pajak (NPAT) Rp368 miliar, dengan total pendapatan Rp6,51 triliun dan EBITDA Rp997 miliar. Keberhasilan ini menegaskan ketahanan bisnis LPKR di tengah tantangan ekonomi dan dinamika sosial yang masih berlangsung.

Likuiditas Solid dan Manajemen Keuangan Terjaga

John Riady menambahkan, LPKR menjaga posisi likuiditas sebesar Rp2,2 triliun, menunjukkan manajemen keuangan yang sehat dan terkendali. Likuiditas ini memberi fleksibilitas perusahaan dalam membiayai operasional dan mendukung ekspansi proyek.

Meski menghadapi tekanan ekonomi, pasar properti Indonesia tetap menunjukkan ketahanan solid pada kuartal III 2025. Data Pinhome Home Sell Index (PHSI) dan Pinhome Home Rental Index (PHRI) mengindikasikan pertumbuhan pasar properti di berbagai kota meski ada koreksi harga di beberapa wilayah.

Dayu Dara Permata, CEO Pinhome, menyampaikan stimulus dan kebijakan pemerintah serta otoritas moneter turut menjaga stabilitas pasar. Penurunan suku bunga dan insentif PPN menjadi faktor utama yang menopang kepercayaan konsumen dan mendorong stabilitas harga properti.

Kondisi pasar menunjukkan bahwa meski beberapa kota mengalami stagnasi, sebagian besar kota masih mencatat pertumbuhan harga positif. Hal ini menjadi indikasi optimisme pemulihan, terutama di segmen rumah terjangkau dan menengah.

Proyeksi Pasar dan Tren Konsolidasi Akhir Tahun

Menjelang akhir tahun, tren konsolidasi pasar properti diperkirakan mulai bergeser ke arah lebih positif. Stimulus injeksi likuiditas Rp200 triliun ke bank-bank BUMN diprediksi mempercepat pemulihan permintaan di pasar properti.

Kombinasi kepercayaan pasar dan pelonggaran likuiditas mendorong pertumbuhan permintaan sekaligus menjaga stabilitas harga. LPKR diprediksi akan tetap menjadi pemain utama di segmen perumahan tapak dan proyek premium, dengan posisi likuiditas yang mendukung ekspansi lebih agresif.

Strategi ini memungkinkan LPKR memanfaatkan momentum pasar untuk memperkuat portofolio properti dan menegaskan posisinya sebagai pemimpin dalam segmen perumahan berkualitas. Stabilitas pasar dan fokus pada rumah tapak menjadi kunci pencapaian target tahunan yang ambisius.

Proyeksi ke depan, LPKR menargetkan pertumbuhan berkelanjutan pada segmen perumahan terjangkau dan premium. Efisiensi operasional, pengelolaan proyek tepat waktu, dan permintaan pasar yang tinggi menjadi pilar utama strategi pertumbuhan perusahaan hingga akhir tahun 2025.

Terkini