Pembenahan Olahraga Jatim Menuju PON 2028

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:45:17 WIB
Pembenahan Olahraga Jatim Menuju PON 2028

JAKARTA - Langkah pembenahan prestasi Jawa Timur menuju PON 2028 mulai diarahkan pada evaluasi menyeluruh cabang olahraga. 

Perubahan sudut pandang ini menempatkan perbaikan sistem sebagai fondasi utama peningkatan prestasi. Fokus pembinaan tidak lagi hanya bertumpu pada hasil akhir, tetapi pada proses yang berkelanjutan.

Kepengurusan baru organisasi olahraga daerah menjadi momentum penting untuk memulai pola kerja yang lebih terukur. Struktur organisasi diharapkan mampu menyatukan visi pembinaan dari tingkat daerah hingga nasional. Dengan arah baru ini, setiap cabang olahraga didorong memiliki peta jalan pembinaan yang jelas.

Evaluasi kinerja masa lalu dipandang sebagai bahan refleksi untuk membangun strategi yang lebih tepat. Setiap kekurangan diidentifikasi tanpa mengabaikan capaian positif yang telah diraih. Pendekatan ini bertujuan menciptakan keseimbangan antara mempertahankan tradisi prestasi dan melakukan inovasi pembinaan.

Dominasi Atlet Perlu Sejalan Prestasi Nasional

Kuatnya representasi atlet Jawa Timur di level internasional menjadi cerminan potensi besar daerah. Namun, potensi tersebut perlu sejalan dengan prestasi di ajang nasional agar pembinaan berjalan konsisten. Ketidaksinkronan hasil di dua level kompetisi menjadi catatan penting bagi pengelola olahraga.

“ Saya rasa dengan dominasi atlet Jatim pada Timnas harus jadi bahan evaluasi. Kalau di Timnas bisa jadi yang terbaik mengapa pada PON tidak bisa jadi yang terbaik, ” ujar Marciano Norman. Pernyataan tersebut menegaskan perlunya konsistensi performa atlet di berbagai ajang. Pesan ini mendorong pembenahan pendekatan pembinaan agar prestasi tidak timpang.

Penekanan pada evaluasi tidak dimaksudkan untuk menyalahkan pihak tertentu. Evaluasi diposisikan sebagai sarana memperbaiki metode latihan, manajemen tim, dan sistem seleksi. Dengan cara ini, capaian internasional dapat diterjemahkan menjadi prestasi nasional yang lebih stabil.

Evaluasi Cabang Olahraga Sebagai Titik Awal

Menjelang PON 2028, evaluasi cabang olahraga menjadi titik awal pembenahan prestasi Jawa Timur. Cabang yang belum optimal di ajang sebelumnya dipetakan untuk mendapatkan perhatian khusus. Pendekatan berbasis data dinilai penting agar pembinaan lebih tepat sasaran.

Beberapa cabang olahraga yang sempat kehilangan medali memerlukan strategi khusus dalam pembinaan atlet. Program latihan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing cabang. Penyesuaian ini mencakup peningkatan kualitas pelatih, pemenuhan sarana latihan, dan penguatan program kompetisi.

Evaluasi tidak hanya berfokus pada hasil pertandingan, tetapi juga pada ekosistem pembinaan. Aspek manajemen, dukungan psikologis, serta kesinambungan pembinaan usia dini menjadi bagian dari penilaian. Dengan pendekatan menyeluruh, diharapkan pembinaan menghasilkan prestasi yang lebih konsisten.

Peran Strategis Kepengurusan Baru

Kepengurusan baru memiliki peran strategis dalam menyiapkan atlet menghadapi PON 2028. Struktur kepemimpinan yang segar diharapkan membawa semangat pembaruan dalam sistem pembinaan. Konsolidasi internal menjadi langkah awal untuk menyatukan program kerja lintas cabang olahraga.

“ Ada semangat luar biasa bagaimana Nusa Tenggara menjadi tuan rumah. Tentu kita support karena memang pengembangan-pengembangan di area-area tertentu, seperti cabor dimana kita sempat kehilangan medali sebelumnya, akan menjadi kekuatan Jawa Timur, ” kata Khofifah. 

Pernyataan ini menekankan pentingnya dukungan terhadap daerah tuan rumah sekaligus memperkuat kesiapan kontingen. Pesan tersebut menggarisbawahi bahwa pembenahan cabang olahraga yang sempat melemah perlu diprioritaskan.

Kepengurusan baru diharapkan mampu membangun koordinasi yang lebih erat dengan pemangku kepentingan olahraga. Sinergi dengan pelatih, atlet, dan pengurus cabang menjadi kunci keberhasilan program. Melalui kepemimpinan yang inklusif, proses pembinaan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Strategi Berbasis Evaluasi Menuju Target

Menuju PON 2028, strategi pembinaan diarahkan berbasis evaluasi capaian sebelumnya. Setiap hasil pertandingan dijadikan bahan analisis untuk menyusun program lanjutan. Pendekatan ini bertujuan memastikan setiap langkah pembinaan memiliki dasar yang kuat.

Perencanaan jangka menengah dan panjang disusun agar pembinaan tidak bersifat reaktif. Program latihan, uji coba, dan kompetisi internal dirancang saling terhubung. Dengan perencanaan terstruktur, kesiapan atlet dapat dipantau secara berkala.

Harapannya, proses pembenahan ini mampu mengembalikan dominasi prestasi Jawa Timur di ajang nasional. Tradisi prestasi dipertahankan dengan inovasi sistem pembinaan yang lebih adaptif. Melalui kerja kolektif, target prestasi menuju PON 2028 diupayakan tercapai secara berkelanjutan.

Terkini